Bisnis Kopi Menjanjikan, tetapi...

Kompas.com - 09/09/2019, 14:19 WIB
Ilustrasi kopi merc67Ilustrasi kopi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kopi sedari dulu sudah menjadi bagian dari kehidupan orang Indonesia.

Tren konsumsi kopi pun belakangan ini juga meningkat, seiring dengan menjamurnya kafe dan waralaba gerai kopi. Ini membuat produksi kopi dalam negeri mampu terserap di dalam negeri pula.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia sudah mulai mengurangi impor kopi dari luar negeri. Adapun impor kopi sepanjang Januari-Juni 2019 mencapai 16.617 ton.

Volume tersebut turun drastis dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 65.168 ton.

Sejalan dengan fakta tersebut, penyerapan industri dalam negeri terhadap kopi robusta pada tahun ini naik hingga 14 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 350.000 ton. Adapun sisa dari produksi yang tidak diserap dalam negeri, diekspor oleh para produsen.

Baca juga: Dukung Petani Kopi, BCA Resmikan Dusun Kopi Sirap di Semarang

Pakar agribisnis dari Universitas Dipenogoro Bambang Dwiloka menyebutkan kebutuhan kopi dunia mencapai 10,5 juta ton per tahun, sedangkan produksi hanya 9,5 juta ton per tahun.

"Kalau di lihat dari gap tersebut, maka kita bisa lihat prospek pengembangan kopi ini terlihat masih sangat menjanjikan, khususnya bagi Indonesia yang produksinya belum sampai 1 juta ton per tahun," ucapnya pada acara Kafe BCA On The Road di Semarang, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Bambang melanjutkan saat ini bisnis kopi di Indonesia memasuki tahun kedua puncak perkembangannya.

Namun, perlu diingat pula bahwa peran para petani kopi juga penting untuk meningkatkan angka produksi dan kualitasnya.

Baca juga: Kopi Asal Sumedang Rambah Pasar Afrika

Sementara itu, pengamat kopi bergelar coffee master Reza Ferdian mengatakan, rendahnya edukasi tentang pasar terhadap para petani, membuat mereka tidak mendapatkan harga jual yang layak.

"Karena mereka kan buta akan hal itu (pasarnya). Yang ada banyak mereka produksi dibeli murah, yang nanti beli murah ini dijual mahal. Atau bahkan misalkan dia kualitasnya udah ekspor, tapi karena enggak tahu ekspor, ya yang beli adalah pengepul, harga suka-suka. Jadi enggak fair lah buat petani," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Rilis
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

Rilis
Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Whats New
Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Rilis
Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Spend Smart
Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Whats New
BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

Whats New
Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Whats New
Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Whats New
BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

Whats New
Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Whats New
Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Whats New
Unrealized Loss Bisa Terjadi Pada Setiap Investor Pasar Modal, Begini Penjelasannya

Unrealized Loss Bisa Terjadi Pada Setiap Investor Pasar Modal, Begini Penjelasannya

Whats New
Pemerintah Targetkan 600.000 Unit Kendaraan Berbasis Listrik pada 2030

Pemerintah Targetkan 600.000 Unit Kendaraan Berbasis Listrik pada 2030

Whats New
Bertemu 5 Mantan Menteri BUMN, Erick Thohir: Diskusinya Berkesan

Bertemu 5 Mantan Menteri BUMN, Erick Thohir: Diskusinya Berkesan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X