Great Eastern Luncurkan Produk Asuransi dengan 1 Kali Pembayaran Premi

Kompas.com - 10/09/2019, 13:42 WIB
OCBC Nisp, Great Eastern Life, Bams Samson besera ibundanya saat menghadiri peluncuran produk asuransi jiwa Great Life Assurance di Jakarta, Selasa (10/9/2019) KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAOCBC Nisp, Great Eastern Life, Bams Samson besera ibundanya saat menghadiri peluncuran produk asuransi jiwa Great Life Assurance di Jakarta, Selasa (10/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan asuransi jiwa Great Eastern Life Indonesia bersama Bank OCBC NISP kembali meluncurkan produk asuransi jiwa murni, Great Treasure Assurance.

Direktur Bank Assurance Great Eastern Life Indonesia, Nina Ong mengatakan, latar belakang diluncurkan produk ini karena mengacu pada data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Data itu menyebut, penetrasi asuransi jiwa tahun 2018 sebesar 1,3 persen, menurun dibanding tahun 2017 sebesar 1,4 persen. 

Baca juga : BPJS Kesehatan Tak Serta Merta Penuhi Tawaran Asuransi dari China

"Kita juga melihat fakta-fakta tentang ahli waris itu kasus hukumnya di perdata agama sudah 20 persen, dan sengketa soal harta warisan itu menempati posisi kedua terbanyak," kata Nina Ong di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Untuk itu, Nina merasa perlu membuat produk asuransi jiwa yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh ahli waris sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak ada percekcokan.

Lebih jauh kata Nina, generasi milenial saat ini banyak yang sukses mengembangkan bisnisnya. Merencanakan keuangan termasuk mempersiapkan harta warisan dirasa penting untuk memberikan keamanan finansial, meski berbicara harta warisan masih sangat tabu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perencanaan keuangan itu penting. Tapi seringkali kita lupa soal warisan. Kelihatannya masih tabu karena masih hidup sudah ngomong warisan. Tapi memang kalau dibicarakan dari awal, memang warisan itu sangat penting," ucap Nina.

Nina menyebut, Great Treasure Assurance memiliki beberapa manfaat, diantaranya 1 kali pembayaran premi minimal Rp 25 juta, memberikan uang pertanggungan sampai 40 kali dari jumlah premi tunggal yang dibayarkan, dan jaminan premi kembali 100 persen.

Untuk uang pertanggungan, Nina menjelaskan pemilik polis akan mendapat uang pertanggungan sampai 40 kali dari jumlah premi tunggal bila mendaftar dari usia 14 hari-24 tahun.

Selanjutnya, dari usia 25-34 tahun akan mendapat 20 kali lipat, dan seterusnya disesuaikan dengan kondisi umur.

"Misalnya orang berusia 30 tahun dengan premi Rp 50 juta akan mendapat uang pertanggungan Rp 1 miliar ketika pemilik polis telah tiada pada usia 60 tahun (manfaat meninggal dunia)," ujar Nina.

Contoh yang kedua, orang berusia 30 tahun akan mendapat manfaat hidup sebesar Rp 50 juta dan Rp 950 juta sisanya akan dibayarkan kepada ahli waris saat pemilik polis telah tiada, jika nasabah memiliki produk sebelum usia 50 tahun.

Adapun nasabah yang sesuai untuk produk ini adalah nasabah-nasabah muda karena besaran uang pertanggungan akan disesuaikan sejak pemilik premi mulai bergabung.

"Paling optimal untuk orang yang berusia muda karena bisa mendapatkan 40 kali premi tunggal yang dibayarkan. Kan hasilnya jadi optimal juga," pungkas Nina.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nail 21,45 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Semester 1 2021 Capai Rp 12,5 Triliun

Nail 21,45 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Semester 1 2021 Capai Rp 12,5 Triliun

Whats New
Aturan Menaker Terkait Subsidi Gaji Tahun 2021 Terbit, Ini Syarat dan Kriteria Penerimanya

Aturan Menaker Terkait Subsidi Gaji Tahun 2021 Terbit, Ini Syarat dan Kriteria Penerimanya

Whats New
Insentif Kartu Prakerja Belum Cair, Jangan Lupa Lakukan Ini!

Insentif Kartu Prakerja Belum Cair, Jangan Lupa Lakukan Ini!

Whats New
Hyundai dan LG Akan Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang

Hyundai dan LG Akan Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang

Whats New
Bareskrim Tindak Hukum Dua Pinjol Ilegal, SWI: Beri Efek Jera

Bareskrim Tindak Hukum Dua Pinjol Ilegal, SWI: Beri Efek Jera

Whats New
Meski Cetak Laba Rp 150,8 Triliun, Kinerja Facebook Diproyeksi Tak Cerah Sepanjang Tahun

Meski Cetak Laba Rp 150,8 Triliun, Kinerja Facebook Diproyeksi Tak Cerah Sepanjang Tahun

Whats New
Google Sumbang Rp 14,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia

Google Sumbang Rp 14,5 Miliar untuk Penanganan Covid-19 di Indonesia

Rilis
Kini Mencairkan BPUM Rp 1,2 Juta Tak Perlu Antre, Ini Caranya

Kini Mencairkan BPUM Rp 1,2 Juta Tak Perlu Antre, Ini Caranya

Whats New
Luhut Sebut Potensi Kerugian akibat Banjir Rob Lebih dari Rp 1.000 Triliun

Luhut Sebut Potensi Kerugian akibat Banjir Rob Lebih dari Rp 1.000 Triliun

Whats New
Tingkatkan Akurasi Diagnosis, Menkes Mau Kumpulkan Data Medis Warga

Tingkatkan Akurasi Diagnosis, Menkes Mau Kumpulkan Data Medis Warga

Whats New
ARTO Cetak Rekor, Kekayaan Jerry Ng Bertambah Rp 3,91 Triliun Sehari

ARTO Cetak Rekor, Kekayaan Jerry Ng Bertambah Rp 3,91 Triliun Sehari

Whats New
Hasil Investigasi Internal, Kebocoran Data Terjadi di BRI Life Syariah

Hasil Investigasi Internal, Kebocoran Data Terjadi di BRI Life Syariah

Rilis
Urus Administrasi Kependudukan Tak Perlu Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Urus Administrasi Kependudukan Tak Perlu Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Whats New
ZYRX Pasok 165.000 Laptop Senilai Rp 700 Miliar buat Kemendikbud

ZYRX Pasok 165.000 Laptop Senilai Rp 700 Miliar buat Kemendikbud

Whats New
Net Asset Value Saratoga Naik Pada Semester I 2021 Berkat Portofolio Investasi

Net Asset Value Saratoga Naik Pada Semester I 2021 Berkat Portofolio Investasi

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X