Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak Tips Investasi Sejak Dini ala Petenis Andy Roddick

Kompas.com - 10/09/2019, 20:41 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber CNBC

NEW YORK, KOMPAS.com - Petenis asal AS Andy Roddick tak hanya berprestasi di lapangan, namun juga mahir dalam berinvestasi. Roddick tahi betul bahwa investasi juga penting dalam menunjang kehidupannya.

Dikutip dari CNBC, Selasa (10/9/2019), menurut Roddick, ada satu aturan penting yang sama-sama ampuh diterapkan saat bertanding maupun saat berinvestasi.

"Bahkan jika Anda terintimidasi dengan kata-kata seperti volatilitas dan Anda pikir dunia sedang gila, disiplinlah dengan pengeluaran bulanan Anda," kata Roddick ketika diwawancarai oleh CNBC.

Petenis yang pernah menjadi juara US Open ini menuturkan, kedisiplinan itu tidak boleh berubah, tidak peduli instrumen apapun yang Anda gunakan untuk menumbuhkan uang Anda.

Baca juga: Kaum Milenial Unik, Investasi Apa yang Sesuai?

Adalah kedisiplinan yang mendorong Roddick masuk ke dunia tenis profesional pada tahun 2000 silam. Kala ith usianya masih 17 tahun.

Kedisiplinan pula yang memicu Roddick mendirikan yayasan bernama Andy Roddick Foundation saat usianya masih 18 tahun. Yayasan tersebut fokus pada perluasan kesempatan pendidikan bagi anak-anak.

Menurut Roddick, ketika masih muda, ada saja cara agar uang dapat bekerja untuk Anda.

Ketika berusia 21 tahun, Roddick memenangkan turnamen US Open dan sempat pula menyandang gelar petenis nomor satu dunia.

Namun demikian, kala kariernya melesat, Roddick memastikan pula bahwa ia menabung dan menginvestasikan uang yang dimilikinya dengan bijak.

"Tujuan saya adalah ketika saya berhenti bermain (tenis), berapapun yang saya hasilkan di lapangan dapat digantikan dengan apapun yang saya bangun ketika saya masih bermain," tuturnya.

Baca juga: Millenial, Kelola Uang dengan 4 Produk Investasi Ini

"Saya tidak tahu apakah banyak atlet berpikir sama. Tidak ada kesempatan sebanyak ketika kita masih muda," imbuh Roddick.

Bagi Roddick, peluang besar diperolehnya ketika AS dilanda krisis keuangan tahun 2008 silam. Kala banyak orang mencoba melikuidasi aset mereka, Roddick malah membidik sektor properti.

"Dengan real estate, jika Anda menunggu cukup lama, Anda akan tampak cerdas pada 10 atau 12 tahun kemudian," terang Roddick.

Ia secara resmi pensiun dari tenis profesional pada tahun 2012 silam. Saat ini ia sudah memiliki 70 unit properti dan tak lagi agresif membeli seperti sebelumnya.

Baca juga: Melirik Pilihan Investasi Pribadi Bos Sritex

Kepada Anda, Roddick memberi sebuah saran sederhana terkait investasi. Saran ini berlaku bagi apapun profesi Anda dan berapapun gaji Anda.

Menurut Roddick, ia kerap mendengar orang berkata "Saya hanya punya uang segini, kenapa saya harus investasi?"

"Mulailah, karena 10 atau 12 tahun kemudian Anda akan bahagia dengan apa yang telah Anda lakukan," ujar dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Faktor Cuaca, RMKE Catat Volume Bongkar Muat Tertinggi Sepanjang 2024

Faktor Cuaca, RMKE Catat Volume Bongkar Muat Tertinggi Sepanjang 2024

Whats New
The Fed Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, Rupiah Menguat Jauhi Rp 16.300 per Dollar AS

The Fed Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, Rupiah Menguat Jauhi Rp 16.300 per Dollar AS

Whats New
The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Berpotensi Naik

The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Berpotensi Naik

Whats New
Dana 'Stunting' Dipakai untuk Perbaiki Pagar, Anggaran Revolusi Mental Dibelikan Motor Trail

Dana "Stunting" Dipakai untuk Perbaiki Pagar, Anggaran Revolusi Mental Dibelikan Motor Trail

Whats New
Pasar Otomotif Lesu, Perusahaan Pembiayaan Beralih ke Mobil Bekas dan Dana Tunai

Pasar Otomotif Lesu, Perusahaan Pembiayaan Beralih ke Mobil Bekas dan Dana Tunai

Whats New
Pengangkatan Komisaris BUMN: Antara Transparansi dan Kontroversi

Pengangkatan Komisaris BUMN: Antara Transparansi dan Kontroversi

Whats New
Pagu Indikatif Kemenparekraf Rp 1,7 Triliun, Sandiaga Uno Minta Tambah Rp 3 Triliun

Pagu Indikatif Kemenparekraf Rp 1,7 Triliun, Sandiaga Uno Minta Tambah Rp 3 Triliun

Whats New
Bantu UMKM Naik Kelas, Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Digipreneur Hub 

Bantu UMKM Naik Kelas, Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Digipreneur Hub 

Whats New
Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Whats New
'Startup' Chickin Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

"Startup" Chickin Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

Whats New
Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Whats New
4 Tips Atur Keuangan untuk Beli Hewan Kurban

4 Tips Atur Keuangan untuk Beli Hewan Kurban

Spend Smart
Permintaan Naik, Industri Gas RI Diprediksi Bakal Makin Bergantung pada LNG

Permintaan Naik, Industri Gas RI Diprediksi Bakal Makin Bergantung pada LNG

Whats New
Alih-alih Bangun LRT Bali Senilai Rp 14,19 Triliun, Pengamat Sarankan Ini untuk Atasi Kemacetan di Bali

Alih-alih Bangun LRT Bali Senilai Rp 14,19 Triliun, Pengamat Sarankan Ini untuk Atasi Kemacetan di Bali

Whats New
Rehabilitasi DAS Area Tambang: Tambah Luasan Hijau dan Ekonomi Sirkular Bernilai Miliaran

Rehabilitasi DAS Area Tambang: Tambah Luasan Hijau dan Ekonomi Sirkular Bernilai Miliaran

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com