Cerita Susi yang Larang Ekspor Koral, hingga Dipanggil Ombudsman

Kompas.com - 11/09/2019, 05:17 WIB
Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius dalam penandatanganan MoU di Gedung KKP Jakarta, Selasa (10/9/2019) KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAMenteri KKP Susi Pudjiastuti dan Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius dalam penandatanganan MoU di Gedung KKP Jakarta, Selasa (10/9/2019)

Dia juga menyayangkan langkah sebagian pihak yang mengizinkan penggunaan bom ikan untuk mengambil koral-koral tersebut. Padahal kata dia, bom yang dipakai untuk merusak karang sama dengan bom pada umumnya.

"Bom yang dipakai merusak karang itu sama dengan bom yang dipakai bom dinamit, mesiunya itu, Pak. Kenapa perdagangan itu (bom) diperbolehkan? Tidak habis mengerti saya. Kenapa bom ikan boleh diperjualbelikan?," tanya Susi.

Dia pun meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan pihak keamanan untuk mengawal hal ini. Apalagi sepanjang dia menjabat menjadi menteri, hanya sekali importir bubuk mesiu yang tertangkap.

"Sekali ketangkap 57 ton. Suami istri bawa 1.200 detonator ditangkap juga, dan itu hilang begitu saja setelah diberitakan. Apa cuma sekali itu dalam 5 tahun? Impossible," ungkapnya.

"Di sinilah kita yang kadang-kadang dont care, kita tidak peduli. Di sinilah radikalisme, kerusakan, kebejatan, kriminalitas meningkat karena kita tidak peduli," pungkas dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X