Orang-orang Garuda Indonesia Disingkirkan dari Sriwijaya Air?

Kompas.com - 11/09/2019, 05:47 WIB
Logo Sriwijaya Air di sayap pesawat Kompas.com/Josephus PrimusLogo Sriwijaya Air di sayap pesawat

Josep Adrian merupakan mantan General Manager Garuda Indonesia Denpasar, lalu Harkandri M Dahler sebelumnya menjabat Direktur Personalia Garuda Maintenance Facility, sedangkan  Joseph K Tendean pernah menjabat sebagai Senior Manager Ancillary Garuda Indonesia.

Hal tersebut pun dibebarkan oleh Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Group, Ikhsan Rosan.

“Betul (ketiganya merupakan orang Garuda Indonesia),” ujar Ikhsan kepada Kompas.com, Selasa (10/9/2019).

Padahal, Garuda Indonesia, melalui anak perusahaannya PT Citilink Indonesia, sebelumnya telah mengambil alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.

Hal tersebut direalisasikan dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO) antara Citilink dan PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air. KSO tersebut dilakukan sejak 9 November 2018.

Terbelit utang di 3 BUMN

Langkah itu diambil setelah maskapai swasta yang dimiliki oleh keluarga Chandra Lie itu terbelit utang dengan tiga perusahaan BUMN, yakni BNI, Pertamina, dan Garuda Maintenance Facility (GMF).

Garuda pun menempatkan orang-orangnya di Sriwijaya Air untuk membantu mengelola maskapai ini. Bahkan, Garuda Indonesia Group juga berencana untuk menaikkan status dari KSO menjadi kepemilikan mayoritas di maskapai ini.

Namun, belakangan ini, orang-orang dari Garuda ini diberhentikan. Aksi “bersih-bersih” orang-orang Garuda Indonesia di Sriwijaya Air dilakukan tanpa persetujuan para petinggi maskapai pelat merah tersebut.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X