Kemenhub Anggarkan Rp 2,593 Triliun untuk Kembangkan Daerah Wisata Super Prioritas

Kompas.com - 11/09/2019, 15:56 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (30/8/2019) pagi. Biro pers setpresPresiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (30/8/2019) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) mengaggarkan dana sebesar Rp 2,953 triliun untuk pengembangan lima destinasi pariwisata super prioritas di tahun 2019-2020.

Kelima wilayah tersebut, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang, Sulwesi Utara.

“Ini kita lakukan sebagai wujud dukungan Kemenhub. Setelah dapat arahan Presiden, saya dedikasikan anggarannya. Untuk alokasi anggarannya, ada yang memang sudah dianggarkan, ada juga yang kita lakukan efisiensi pada program lain untuk dialihkan mendukung program pariwisata ini,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/9/2019).

Budi menjelaskan, dari Rp 2,593 triliun, Kemenhub mengalokasikan sebanyak Rp 353,99 miliar di tahun 2019.

Baca juga: Sektor Pariwisata Ditargetkan Raup Devisa Rp 246 Triliun di 2019

Pada 2020, Kemenhub mengalokasikan dana Rp 2,6 triliun untuk mengembangkan kelima destinasi pariwisata super prioritas tersebut.

Nantinya, anggaran tersebut akan digunakan untuk pemberian layanan subsidi operasional angkutan antarmoda, angkutan penyeberangan, pengadaan fasilitas perlengkapan keselamatan jalan, pembangunan dermaga danau pada kawasan pariwisata, pembangunan kapal Ro-Ro dan Bus Air.

Untuk transportasi perkeretaapian, dana itu digunakan dalam pembangunan jalur KA menuju kawasan pariwisata, reaktivasi jalur kereta pariwisata, dan Konektivitas jaringan kereta api menuju ke Bandara.

Lalu, untuk transportasi laut digunakan untuk perpanjangan dermaga, pengerukan kedalaman alur, dan pemberlakuan terminal pelabuhan laut pada destinasi pariwisata.

Baca juga: DKI Jakarta Perlu Genjot Pariwisata, Ini Sebabnya

Sedangkan untuk transportasi udara, dengan melakukan Perpanjangan runway dan apron untuk dapat didarati pesawat berbadan ramping (narrow body) sekelas Boeing 737, membuka jalur penerbangan internasional dan peningkatan konektivitas rute dari dan menuju ke lokasi pariwisata.

“Contohnya daerah yang mengalami problem aksesibilitas seperti di Jogja kita adakan kereta api, kita investasi Rp 1 triliun kereta api yang ke bandara. Karena sekarang ini waktu tempuhnya 1,5 jam, kita mau waktu tempuhnya itu kurang dari 1 jam,” kata Budi.

Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2019 sebanyak 17,5 juta orang, dan pergerakan wisatawan nusantara sebanyak 308 juta perjalanan serta target penerimaan devisa sebesar 20 juta dollar AS.

Sedangkan pada tahun 2020, target kunjungan Wisman sebanyak 18,5 juta orang, dan pergerakan wisatawan nusantara sebanyak 310 juta perjalanan serta target penerimaan devisa adalah sebesar 19 juta hingga 21 juta dollar AS.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X