Kreditur Duniatex Menanti Skema Restrukturisasi

Kompas.com - 12/09/2019, 07:15 WIB
Ilustrasi: Bahan baku benang sintetis yang akan diolah menjadi tekstil polyester. KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah SIlustrasi: Bahan baku benang sintetis yang akan diolah menjadi tekstil polyester.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah kreditur Duniatex Group tengah menanti skema restukturisasi. Sebelumnya, AJ Capital yang merupakan konsultan keuangan Duniatex sempat menyatakan akan memulai roadshow menawarkan skema restrukturisasi pada awal September.

Credit Director PT Bank Danamon Tbk (BDMN) Dadi Budiana mengatakan hingga saat ini pihaknya juga belum mendapat informasi terkait skema restrukturisasi dari AJ Capital.

“Saat ini masih belum ada perkembangan dalam proses restrukturisasi. Karena kreditur masih berusaha mendapatkan data dan informasi yang akurat mengenai kondisi Duniatex yang sesungguhnya,” katanya kepada Kontan.co.id, Senin (9/9/2019)

Dari laporan Debtwire, hingga Maret 2019 Bank Danamon tercatat masih memiliki eksposur kredit senilai 15 juta dollar AS atau setara Rp 217 miliar kepada salah satu entitas Duniatex yaitu PT Delta Setia Sandang Asli Textile (DSSAT).

Baca juga : OJK: Duniatex Alami Missmatch Likuditas

Dadi menambahkan saat ini status kredit Danamon kepada Duniatex sudah masuk kolektibilitas 2 alias sebelum masuk kategori kredit macet pada kolektibilitas 3. Danamon, menurut Dadi telah menyiapkan biaya provisi terkait eksposur kreditnya. Sayang Dadi dengan menjelaskan berapa nilainya.

BNI Syariah

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Bisnis SME dan Komersial PT Bank BNI Syariah Dhias Widhiyati. Ia bilang saat ini proses restrukturisasi Duniatex belum rampung disepakati.

“Skema restrukturisasi masih dibicarakan dengan debitur, dan masih dalam proses finalisasi,” katanya kepada Kontan.co.id.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber KONTAN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X