"Sulit Membayangkan Reformasi Kalau Presidennya Bukan Pak Habibie"

Kompas.com - 12/09/2019, 12:12 WIB
Mantan Presiden RI BJ Habibie. KOMPAS.com/Ronny BuolMantan Presiden RI BJ Habibie.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wafatnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie menyisakan kehilangan yang dalam bagi rakyat Indonesia, tak terkecuali Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

Di mata Sofyan, jasa Habibie kepada bangsa Indonesia tidak bisa lagi dihitung. Apalagi saat Habibie memimpin Indonesia di tengah krisis poltik dan ekonomi 1998.

"Saya tidak bayangkan bahwa reformasi akan berjalan begitu smooth (mulus) kalau Presidennya bukan Pak Habibie waktu itu," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Sebagai ilmuwan kata Sofyan, Habibie sangat percaya energi itu harus disalurkan. Hal inilah yang digunakan Habibie saat menjalankan roda pemerintahan.

Baca juga: BJ Habibie, Pendekatan Ajaib, dan Krisis Ekonomi 1998

Seperti diketahui, kala itu kemarahan rakyat kepada sistem Orde Baru begitu kuat.

Untuk meredakan pelan-pelan kemarahan rakyat, Habibie pun mengambil berbagai kebijakan.

"Pak Habibie kemudian membuka seperti air bah itu waktunya dibuka supaya kekuatan air bah itu tidak menerjang waduk dan merusak semuanya," kata dia.

"Dibukalah pers, dibuka Parpol, HAM dibuka, semua. Sehingga tadi kekuatan besar itu atau air bah tadi menjadi tidak merusak," sambung Sofyan.

Di bidang ekonomi, Sofyan juga menyanjung Habibie dan tim ekonominya.

Bagi Sofyan, kinerja pemerintah saat itu telah berhasil membalikkan kondisi ekonomi dari krisis ke arah yang lebih baik.

Habibie tutup usia pada Rabu (11/9/2019) di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta pukul 18.05. Kabar wafatnya Habibie disampaikan langsung oleh sang putra, Thareq Kemal Habibie. 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X