Jumlah Investor Tunggal Reksadana Melonjak, OJK Cari Sebabnya

Kompas.com - 12/09/2019, 12:59 WIB
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal 2 Fakhri Hilmi di Jakarta, Kamis (12/9/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYADeputi Komisioner Pengawas Pasar Modal 2 Fakhri Hilmi di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah dalami penyebab tingginya investor tunggal (single investor) dalam produk reksadana dalam tiga bulan, atau paling lambat hingga akhir tahun 2019 ini.

"Sebagai bentuk pengawasan, saya targetnya 3 bulan semuanya ini harus selesai. Paling lambat akhir tahun harus selesai penyebab tumbuh signifikannya reksa dana tunggal," kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal 2 Fakhri Hilmi di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Fakhri mengatakan, pihaknya baru akan melakukan serangkaian penelitian mulai minggu ini atau minggu depan. Rencananya, hasil penelitian akan selesai paling lambat akhir tahun 2019 dan segera diumumkan.

Selain penelitian, OJK juga akan memanggil dan berdiskusi dengan manajer investasi (MI) terkait kenaikan signifikan investor tunggal dalam portofolio reksa dana.

Baca juga: OJK Bakal Hentikan Penerbitan Reksadana Baru, Karena ....

Terkait risiko dari tingginya single investor, Fakhri mengaku masih belum mengetahui lebih lanjut karena belum mendalami. Pun langkah selanjutnya yang dilakukan OJK bakal tergantung dari hasil diskusi.

"Nanti risikonya seperti apa kita belum tahu, kita belum mendalami. Kita hanya melihat ada data yang menyatakan banyak single investor, nanti kita klatifikasi kenapa seperti ini? Dari situ bisa kita tentukan langkah selanjutnya dari hasil diskusi," ujar Fakhri.

Jika harus mengubah aturan, kata Fakhri, aturan tersebut juga akan mempertimbangkan kehati-hatian karena jumlah investor tunggal semakin signifikan alias sepertiga dari jumlah produk reksadana.

"Dalam 3 bulan kita lihat policy apa yang perlu dikeluarkan dan seperti apa bentuknya kalau memang harus ada policy. Tentunya kita harus mengambil policy yang sangat hati-hati karena jumlahnya signifikan. Jadi kita terbuka tapi pretensi apa-apa," pungkas Fakhri.

Diketahui berdasarkan data OJK, sebanyak 689 dari 2.158 reksa dana yang dimiliki investor tunggal dengan nilai dana kelolaan sebesar Rp 190,82 triliun. Adapun investor tunggal telah ada sejak tahun 2007-2018 meski jumlahnya tidak signifikan.

Dari total itu, 68 reksa dana diantaranya merupakan investor reksa dana tunggal dengan portofolio investasi tunggal alias hanya satu efek dengan Total dana kelolaan reksadana mencapai Rp 9,44 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krakatau Steel Tambah Modal di Krakatau Posco, Erick Thohir: Perkuat Industri Baja Nasional

Krakatau Steel Tambah Modal di Krakatau Posco, Erick Thohir: Perkuat Industri Baja Nasional

Whats New
Bangun Kafe di Atas Laut, Ekonomi Desa Semare di Pesisir Pasuruan Pun Terangkat

Bangun Kafe di Atas Laut, Ekonomi Desa Semare di Pesisir Pasuruan Pun Terangkat

Rilis
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Sri Mulyani Putuskan Harga Pertalite dan Tarif Listrik Subsidi Tak Naik Tahun Ini

Sri Mulyani Putuskan Harga Pertalite dan Tarif Listrik Subsidi Tak Naik Tahun Ini

Whats New
Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Whats New
Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Rilis
IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Whats New
Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Whats New
Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Whats New
SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

Whats New
Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Spend Smart
Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih, Bapak Presiden

Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih, Bapak Presiden

Whats New
E-toll Bakal Diganti MLFF buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

E-toll Bakal Diganti MLFF buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

Whats New
[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.