Luhut Sindir Ekonom yang Ragukan Perekonomian RI

Kompas.com - 12/09/2019, 13:29 WIB
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (tengah), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) mencoba Motor listrik Gesit dalam Pameran Kendaraan Listrik Masa Depan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (31/8/2019). Kegiatan tersebut mengangkat tema Menuju Indonesia Bersih Udara dan Hemat Energi dengan Kendaraan Listrik. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMenko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (tengah), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) mencoba Motor listrik Gesit dalam Pameran Kendaraan Listrik Masa Depan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (31/8/2019). Kegiatan tersebut mengangkat tema Menuju Indonesia Bersih Udara dan Hemat Energi dengan Kendaraan Listrik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meyakini perekonomian Indonesia akan tumbuh pesat ke depannya.

Bahkan, dia meyakini Indonesia bisa masuk dalam lima negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada 2045.

Atas dasar itu, mantan Komandan Satgas Tempur Khusus Pasukan Pemburu Kopassus tersebut mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap optimis dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jadi kita enggak perlu ragu bahwa Indonesia akan menjadi negara besar tahun 2045, jangan pernah ragu bahwa Indonesia negara besar. Orang-orang pesimis itu adalah orang-orang yang loser,” ujar Luhut di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Baca juga: IMF Evaluasi Perekonomian Indonesia, Apa Hasilnya?

Luhut pun mengaku heran dengan para ekonom yang berpikiran pesimistis terhadap perekonomian Indonesia. Menurut dia, stabilitas ekonomi di Indonesia saat ini lebih baik dari negara lainnya.

Mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Luhut menilai hal itu terjadi karena faktor eksternal. Sebab, saat ini kondisi perekonomian global sedang tak kondusif.

“Jadi kita tidak perlu pesimis yang berlebihan, kalau ada orang doktor ekonomi bilang Indonesia ekonominya jelek, mungkin doktornya tidak jelas itu," kata Luhut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X