Uber Merugi Rp 72,9 Triliun di Kuartal II 2019, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 12/09/2019, 14:24 WIB
Uber PHK karyawannya. SHUTTERSTOCKUber PHK karyawannya.

Tidak seperti biaya penelitian dan pengembangan maupun administrasi, biaya pemasaran lebih relatif sedikit dibanding biaya penjualan dan pemasaran dalam bentuk kompensasi berbasis saham, sehingga biaya ini tidak terlalu terpengaruh oleh vesting saham terkait IPO.

Adapun pengeluaran penjualan dan pemasaran meliputi biaya kompensasi termasuk kompensasi berbasis saham untuk penjualan dan karyawan pemasaran, biaya iklan, biaya terkait dengan akuisisi dan retensi konsumen, termasuk diskon konsumen, promosi, pengembalian uang, dan kredit, referensi pengemudi, serta biaya operasional yang dialokasikan.

6. Operasional dan pendukung: 864 juta dollar AS

Sektor ini mencakup karyawan-karyawan yang fokus pada pengemudi di pusat dukungan operasi di seluruh dunia, seperti Greenlight Hubs.

"Jumlah pengeluaran di sektor ini, meski kecil, kemungkinan akan terus menurun di kuartal-kuartal berikutnya karena menjadi lebih efisien dalam mendukung pengguna platform kami," ucap dia.

Biaya sektor ini juga menggelembung karena biaya kompensasi berbasis saham terkait IPO.

Baca juga: Melantai di Bursa, Saham Uber Terus Merosot

7. Depresiasi dan amortisasi: 123 juta dollar AS

Seiring berjalannya waktu, aset tertentu (tangible) akan kehilangan nilainya terutama untuk hal-hal fisik, seperti bangunan, kendaraan, atau mesin, pengurangan ini dikenal sebagai penyusutan.

Sementara aset tidak berwujud (intangible) bisa dibilang amortisasi dan lebih konkrit untuk dihitung.

Menurut Investopedia, tidak seperti aset berwujud, aset yang diamortisasi melakukannya berdasarkan garis lurus. Artinya, jumlah yang sama berkurang dari nilai aset setiap periode hingga mencapai nol.

Adapun contoh aset yang mungkin diamortisasi termasuk biaya dari kenaikan modal, paten dan merek dagang, hingga kekayaan intelektual lainnya.

Investor kadang lupa atau justru mengabaikan biaya penyusutan dan amortisasi. Sebab, aset-aset intangible tidak dianggap sebagai bagian inti dari biaya operasi berkelanjutan perusahaan. Pun tidak selalu mewakili pengeluaran tunai saat ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X