Cegah Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme, Ini Langkah BI

Kompas.com - 13/09/2019, 07:11 WIB
Logo Bank Indonesia (BI). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANLogo Bank Indonesia (BI).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia ( BI) mendukung Pemerintah dalam pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme melalui peran BI sebagai otoritas sistem pembayaran.

Hal ini diwujudkan dalam 3 (tiga) strategi, yaitu pemenuhan standar atau prinsip Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT), baik secara nasional maupun internasional.

Selain itu, BI juga melakukan peningkatan awareness publik dan penyelenggara terkait risiko Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT), juga peningkatan koordinasi/kerja sama antar lembaga, secara nasional dan internasional.

"Penerapan prinsip APU PPT yang efektif diyakini dapat mendukung integritas sistem keuangan di Indonesia, meningkatkan kredibilitas dan reputasi Indonesia, serta memenuhi kepatuhan terhadap standar international APU PPT yang berlaku," jelas BI dalam keterangan tertulis di laman resminya, Kamis (12/9/2019).

Baca juga: Singapura Tingkatkan Keamanan Untuk Berantas Pencucian Uang

Untuk itu, BI mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menerapkan prinsip APU PPT, termasuk dalam menghadapi Mutual Evaluation (ME)[untuk menjadi negara anggota Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF) pada tahun 2020.

Adapun berbagai  manfaat yang dapat diperoleh Indonesia dengan menjadi anggota FATF yaitu, percepatan untuk menjadi negara yang diakui memiliki integritas sistem keuangan yang tinggi dengan menerapkan standar-standar internasional untuk mencegah kejahatan dalam sektor keuangan.

Selain itu, dengan menjadi anggot FATF Indonesia memiliki pijakan kuat ke depan bagi perkembangan ekonomi Indonesia di dunia, dimana hal ini dapat meningkatkan peringkat Indonesia di berbagai aspek, termasuk investasi.

Keanggotan tersebut juga menjadi sarana untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia sebagai negara besar khususnya di Asia dan emerging market yang tentunya dapat berdampak positif bagi perkembangan ekonomi domestik, kemudian dapat berperan aktif dan terdepan dalam penetapan standar internasional APU dan PPT yang bermanfaat bagi pengembangan kerangka APU dan PPT domestik dan penyusunan respons kebijakan ke depan untuk emerging market.

Baca juga: Bank dan Lembaga Keuangan Harus Perkuat Sistem Anti Pencucian Uang

Kemudian manfaat yang terakhir adalah efektivitas perumusan stance Indonesia dalam pembahasan di fora internasional.

"Penerapan 3 (tiga) strategi BI dalam pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme di area sistem pembayaran diimplementasikan ke dalam upaya-upaya yang dilakukan BI," tulis BI.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X