Dikabarkan Bakal Merger dengan OVO, Ini Kata DANA

Kompas.com - 13/09/2019, 09:02 WIB
CEO DANA Vince Iswara (tengah) saat peresmian aplikasi dompet digital DANA di Jakarta, Rabu (5/12/2018). KOMPAS.com/ BILL CLINTENCEO DANA Vince Iswara (tengah) saat peresmian aplikasi dompet digital DANA di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Decacorn asal Singapura, Grab Holdings, diisukan tengah membicarakan rencana penggabungan dompet digital OVO dengan DANA.

Adapun langkah tersebut dilakukan untuk mencegat Gojek yang mendominasi Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Chief Communication Officer DANA, Chrisma Albandjar mengatakan pihaknya tak ingin mengomentari kabar pasar yang tengah berkembang di masyarakat. Pasalnya, hal tersebut belum pasti.

"Kami tidak mengomentari rumor pasar," ujar Chrisma kepada Kompas.com, Kamis (12/9/2019).

Baca juga: Saingi Go-Jek, OVO dan DANA Dikabarkan Akan Merger

Sementara dikutip Reuters dari seorang sumber, Rabu (11/9/2019), Grab akan membeli mayoritas saham Dana, sebuah dompet digital yang sahamnya digenggam PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) dan Ant Financial bila kesepakatan mencapai titik temu. Pun langsung melakukan merger dengan OVO.

Hal ini tentu saja bertujuan untuk menghalau dominasi gojek di Indonesia. Menurut sumber tersebut, OVO dan Dana akan mendominasi pasar pembayaran online bernilai miliaran dollar.

Apalagi, Grab dan Gojek sebagai dua perusahaan teknologi teratas di Asia Tenggara dengan valuasi miliaran dollar AS memang telah bersaing dalam pembayaran digital sejak 2018, disusul Dana di urutan selanjutnya.

"Itu (merger) bagian dari pertempuran Grab dengan Gojek," kata sumber itu dikutip Reuters, Rabu (11/9/2019).

Baca juga: Grab Dapat Kucuran Dana Rp 28 Triliun untuk Ekspansi di Indonesia

Rencana merger ini juga menunjukkan Grab tengah mengintensifkan jati dirinya di industri pembayaran digital.

Pun rencana merger ini semakin kuat karena Softbank Group Corp mengumumkan bakal menginvestasikan dana sebesar 2 miliar dollar AS ke Indonesia melalui Grab pada Juli kemarin.

CEO Softbank Masayoshi Son dikabarkan juga mendukung proposal rencana merger tersebut. Teranyar, rencana ini telah dibahas dengan para pejabat tinggi Indonesia ketika Son mengunjungi Jakarta pada Juli 2019.

"Son menyatakan ketertarikannya," ucap sumber yang tak ingin disebutkan namanya itu.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X