Jeritan Rumah Sakit hingga Klinik untuk BPJS Kesehatan

Kompas.com - 13/09/2019, 10:18 WIB
Ilustrasi BPJS Kesehatan Kompas.com/ Luthfia Ayu AzanellaIlustrasi BPJS Kesehatan

JAKARTA, KOMPAS.com - Masalah besar sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya menggencet masyarakat dan BPJS Kesehatan.

Para pelaku di bidang kesehatan pun ikut menjerit. Mulai dari rumah sakit, klinik hingga tentu saja para dokter yang melayani para pasien BPJS Kesehatan.

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) misalnya, menagih tunggakan BPJS Kesehatan yang mencapai Rp 6,5 triliun kepada rumah sakit selama 2019.

Anggota Kompartemen Jaminan Kesehatan Persi Odang Muchtar  mengatakan, BPJS Kesehatan kerap menunggak pembayaran JKN selama 4 bulan.

"Tunggakan yang ada sekarang bagaimana dalam waktu sesingkat-singkatnya segera dibayar," ujarnya dalam diskusi terbuka di Gedung Ombudsman, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Baca juga: Suplai Obat Distop, Rumah Sakit Tagih Tunggakan BPJS Kesehatan Rp 6,5 Triliun

Rumah sakit kata Odang, membutuhkan kas untuk operasional sehari-hari. Namun akibat tunggakan BPJS Kesehatan, kas rumah sakit menjadi sangat terbatas.

Bahkan, ujarnya, akibat tidak memiliki uang tunai yang cukup akibat tunggakan BPJS Kesehatan, ada rumah sakit yang pasokan obatnya sampai diputus oleh supplier alias pemasok.

Menurut Odang, bila hal ini terus didiamkan, maka rumah sakit akan mengalami stunting atau pengkerdilan, tak mampu tumbuh pesat dalam bisnisnya.

Di tempat yang sama, Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) juga ikut menjerit. Masih adanya tunggakan oleh BPJS Kesehatan menjadi salah satu faktor mengapa klinik menjerit.

"Ada juga tunggakan tapi kalau klinik tunggakan BPJS Kesehatan enggak lama ya, 3 bulan. Tp ada juga yang enggak dibayar karena persyaratan enggak lengkap, kliniknya malas repot, ya udah BPJS enggak peduli," kata dia.

Baca juga: Pasien BPJS Lari ke Puskemas, Asosiasi Klinik Menjerit

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Shopee Tutup Penjualan 13 Produk Crossborder Usai Ada Larangan dari Pemerintah

Shopee Tutup Penjualan 13 Produk Crossborder Usai Ada Larangan dari Pemerintah

Whats New
Dampingi Presiden Tinjau Vaksinasi Gotong Royong, Arsjad Rasjid: Kesehatan Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Dampingi Presiden Tinjau Vaksinasi Gotong Royong, Arsjad Rasjid: Kesehatan Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Whats New
Bitcoin hingga Dogecoin Kompak Menguat

Bitcoin hingga Dogecoin Kompak Menguat

Whats New
Pemerintah Larang 13 Produk Crossborder Masuk Indonesia

Pemerintah Larang 13 Produk Crossborder Masuk Indonesia

Whats New
Mengenal YFI, Aset Kripto yang Harganya Tembus Rp 1 Miliar

Mengenal YFI, Aset Kripto yang Harganya Tembus Rp 1 Miliar

Earn Smart
Pemerintah Punya Utang ke Bulog Rp 1,28 Triliun, Buwas Minta Bantuan DPR

Pemerintah Punya Utang ke Bulog Rp 1,28 Triliun, Buwas Minta Bantuan DPR

Whats New
Promo Tambah Daya Listrik Tersedia hingga Akhir Mei, Ini Biayanya

Promo Tambah Daya Listrik Tersedia hingga Akhir Mei, Ini Biayanya

Spend Smart
Vaksin Covid-19 Gotong Royong, Mendag: Perekonomian Bangsa Bisa Bergerak Kembali...

Vaksin Covid-19 Gotong Royong, Mendag: Perekonomian Bangsa Bisa Bergerak Kembali...

Whats New
Apresiasi Pelanggan Industri Kecil, PGN Gandeng Tokopedia Hadirkan Event 'Dapur GasKita'

Apresiasi Pelanggan Industri Kecil, PGN Gandeng Tokopedia Hadirkan Event "Dapur GasKita"

Rilis
Bulog Pastikan Tidak Akan Impor Beras hingga Akhir 2021

Bulog Pastikan Tidak Akan Impor Beras hingga Akhir 2021

Whats New
BI Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 50 Bps hingga Akhir 2022

BI Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 50 Bps hingga Akhir 2022

Whats New
Menakar Untung Rugi GoTo bagi Ekonomi Nasional

Menakar Untung Rugi GoTo bagi Ekonomi Nasional

Whats New
Kisah di Balik Sandal Jepit Swallow, Alas Kaki Populer Asli Indonesia

Kisah di Balik Sandal Jepit Swallow, Alas Kaki Populer Asli Indonesia

Smartpreneur
Ini Jumlah Peserta yang Terdaftar dalam Program Vaksinasi Gotong Royong

Ini Jumlah Peserta yang Terdaftar dalam Program Vaksinasi Gotong Royong

Whats New
Morgan Stanley Revisi Ekonomi Indonesia 2021 Jadi Hanya 4,5 Persen

Morgan Stanley Revisi Ekonomi Indonesia 2021 Jadi Hanya 4,5 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X