Pertamina Tagih Utang Rp 791,44 Miliar ke Sriwijaya, Buntut Pencopotan Direksi?

Kompas.com - 13/09/2019, 13:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (persero) mendesak Sriwijaya Group segera melunasi utangnya sebesar Rp 791,44 miliar.

BUMN energi tersebut meminta Sriwijaya membayarkan utangnya paling lambat pada Rabu (18/9/2019) mendatang. Hal tersebut diketahui Kompas.com dari surat penagihan utang yang beredar.

Berdasarkan surat tersebut, nilai utang Sriwijaya Air yang belum jatuh tempo sebesar Rp 57,97 miliar. Sedangkan jumlah yang sudah lewat jatuh tempo sebanyak Rp77,23 miliar. Lalu ditambah restrukturisasi sebesar Rp377,62 miliar.

Sementara, Sriwijaya Air memiliki saldo autocol sebesar Rp13,08 juta.

Baca juga : Dirut Sriwijaya Air Dicopot, Ini Kata Menteri Perhubungan

Sedangkan utang NAM Air yang sudah jatuh tempo kepada Pertamina sebesar Rp Rp21,16 miliar. Lalu utang yang belum jatuh tempo sebanyak Rp Rp25,48 miliar dan restrukturisasi Rp232,34 miliar. Selanjutnya, saldo autocol Nam Air hingga 10 September 2019 sebesar Rp371,55 juta.

Surat bernomor 037/H10530/2019-S4 itu dibuat oleh Direktur Keuangan Manager Billing & Collection Gatot Siswowijono dan ditujukan kepada Direktur Keuangan Sriwijaya.

Kompas.com telah mencoba konfirmasi ke Wakil Komisaris Sriwijaya Air Chandra Lie dan Senior Manager of Corporate Communications Sriwijaya Air Retri Maya terkait surat tersebut. Namun, keduanya hingga pukul 12.40 WIB tak juga memberikan respon.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman juga tak memberikan respon terhadap pesan singkat dan sambungan telepon Kompas.com.

Terkait Pencopotan Direksi?

Beberapa hari lalu, Sriwijaya Air merombak susunan direksinya. Pemegang saham mencopot direksi yang berasal dari Garuda Indonesia, yakni Direktur Utamanya Joseph Adrian Saul, kemudian Direktur Human Capital and Service Harkandri M Dahler, dan Joseph K Tendean selaku Direktur Komersial.

Untuk menempati posisi ketiga orang tersebut, Dewan Komisaris menunjuk Anthony Raimond Tampubolon selaku Plt Direktur Utama, Plt Direktur Human Capital & Layanan, dan Plt Direktur Komersial.

Josep Adrian merupakan mantan General Manager Garuda Indonesia Denpasar, lalu Harkandri M Dahler sebelumnya menjabat Direktur Personalia Garuda Maintenance Facility, sedangkan Joseph K Tendean pernah menjabat sebagai Senior Manager Ancillary Garuda Indonesia.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Group, Ikhsan Rosan.

 

 

“Betul (ketiganya merupakan orang Garuda Indonesia),” ujar Ikhsan kepada Kompas.com, Selasa (10/9/2019).

Garuda Indonesia menaruh orang-orangnya di Sriwijaya Air untuk membantu maskapai tersebut karena Sriwijaya Air terlilit utang di 3 BUMN yakni BNI, Pertamina, dan Garuda Maintenance Facility (GMF).

Bantuan yang diberikan Garuda dilakukan melalui skema Kerja Sama Manajemen (KSM) antara Citilink bersama PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air. KSM tersebut dilakukan sejak 9 November 2018 dan berlaku selama 5 tahun.

Baca juga : Merugi, Sriwijaya Air Tak Lanjutkan Program Travel Pass

Di bawah pengelolaan Garuda Indonesia, kinerja keuangan Sriwijaya Air membaik. Bahkan Tahun lalu, Sriwijaya Air mencatatkan kerugian hingga Rp 1,2 triliun. Namun, setelah berada di bawah pengelolaan Garuda Indonesia, kinerja maskapai tersebut membaik.

Bahkan, Joseph Tendean yang ketika itu masih menjabat sebagai Direktur Utama Sriwijaya Air menargetkan pada tahun ini maskapai ini mencatatkan keuntungan setelah di tahun 2018 menderita kerugian hingga Rp 1,2 triliun.

“Saya ngomong (target) di RKAP kita Rp 300 miliar. Kelihatannya sih (bisa) lebih,” ujar Direktur Niaga Sriwijaya Air Joseph Tendean di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Spend Smart
Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Rilis
Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Whats New
Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini  Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Whats New
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Spend Smart
Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Whats New
PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

Whats New
Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Whats New
Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Whats New
Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Work Smart
Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Whats New
Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Whats New
Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Rilis
INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

Rilis
Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.