Perbankan dan BI Bakal Kembangkan Pariwisata Jadi Sektor Ekonomi Tersendiri

Kompas.com - 13/09/2019, 20:36 WIB
Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang dan  SVP Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo dalam peluncuran Mandiri KPR Milenial di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (10/10/2018). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIADirektur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang dan SVP Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo dalam peluncuran Mandiri KPR Milenial di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah gencar mengembangkan industri pariwisata untuk menggenjot pendapatan negara di sektor tersebut.

Pasalnya, melalui sektor pariwisata pemerintah dapat menggenjot pendapatan negara secara optimal dengan ongkos yang minimal, jika sektor tersebut dapat digarap dengan baik.

Namun demikian, perbankan sebagai penyalur pembiayaan belum menjadi sebuah sektor usaha tersendiri. Sehingga, pihak perbankan dan Bank Indonesia saat ini tengah berdiskusi mengenai hal tersebut, agar potensi pengembangan industri pariwisata bisa lebih terukur.

"Ke depan akan ada pemikiran ke arah sana," kata Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang di Badung, Bali, Kamis, (12/9/2019).

Baca juga: Mengenalkan 10 Destinasi Bali Baru ke Anak-anak...

Pemerintah pun saat ini tengah gencar mengembangkan 5 Bali Baru sebagai destinasi pariwisata super prioritas.

Kelima destinasi tersebut ialah Danau Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, dan Manado-Bitung-Likupang.

Namun demikiam, Donsuan memandang saat ini pengelompokan sektor usaha di perbankan masih belum seperti yang diharapkan. Hal itu, kata dia, artinya sektor pariwisata belum dikelompokkan sebagai salah satu sektor ekonomi khusus.

"Sehingga semua bank kesulitan mendapatkan data sebenarnya di sektor itu ada berapa," kata Donsuwan saat ditanya soal penyaluran pembiayaan di sektor pariwisata.

Contohnya, kata dia, usaha di bidang restoran. Dia mengatakan usaha di bidang restoran terdapat di lokasi wisata dan pusat bisnis. Dua hal itu, kata Donsuwan, dikelompokan ke sektor usaha restoran saja.

"Sehingga kalau ditanya berapa sektor wisata, kami kesulitan (mendata)," ujar dia.

Baca juga: Susi Minta Perbankan Berpihak Kepada UKM Perikanan

Dia melihat secara internal, spending terbesar masyarakat saat ini ada di bidang travelling dan kuliner.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X