Kompas.com - 14/09/2019, 08:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan memproduksi pesawat N219 mulai tahun depan. Targetnya, pesawat N219 yang diproduksi akan bisa mengisi 25 persen pasar dunia atau setara dengan 532 unit hingga 11 tahun ke depan.

Dalam mengejar target tersebut, produksi N219 akan dilakukan secara bertahap, yakni dengan memproduksi sebanyak empat unit di tahun pertama produksi.

Pada tahun-tahun berikutnya, volume produksi akan ditingkatkan menjadi delapan unit pada tahun kedua, 12 unit di tahun ketiga, 24 unit di tahun keempat, dan 36 unit tahun kelima dan seterusnya hingga target dipenuhi.

Menurut keterangan Kepala Divisi Penjualan Pesawat Terbang PTDI Iga Satyawatu, pada nantinya, setiap unit pesawat N219 akan dihargai sekitar 6 juta dollar AS berdasarkan acuan tahun fiskal 2019.

Baca juga: Menhub Minta PTDI Serap Lebih Banyak Komponen Lokal

Hingga saat ini sudah terdapat beberapa pihak baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang menyampaikan minat pembelian dan kerja sama produksi.

Pihak dalam negeri ini terdiri dari instansi pemerintah dan badan usaha swasta. Adapun pihak instansi pemerintah yang telah melakukan pemesanan N219 terdiri dari Pemertintah Daerah (Pemda) Aceh, Kalimantan Utara, dan Papua.

Sementara itu, beberapa pihak swasta yang telah melakukan pemesanan di antaranya meliputi Aviastar, Trigana, dan Pelita.

Sementara itu, pihak luar negeri yang telah menyampaikan minat pembelian dan kerja sama produksi meliputi Uni Emirat Arab, Kolombia, Nigeria, dan Singapura. Sayangnya, Igan enggan merinci nilai maupun unit pemesanan yang dilakukan oleh pihak-pihak tersebut.

Proyek ini akan memanfaatkan dana yang dihimpun melalui Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Dalam hal ini, PINA akan berperan sebagai fasilitator dengan cara memfasilitasi pertemuan antara pemilik proyek dengan investor.

Baca juga: Polri Beli Pesawat CN295 dari PTDI Senilai 45 Juta Dollar AS

Dana yang dihimpun pada nantinya akan digunakan untuk menambah fasilitas produksi, flight simulator, dan juga fasilitas perawatan atau maintenance, repair, and overhaul (MRO).

Berdasarkan perkembangan terkini, Igan menyebutkan bahwa sejauh ini belum ada investor yang dinominasi, sehingga belum ada dana yang masuk.

“Ini akan membutuhkan proses,” ujar Igan kepada Kontan.co.id (13/9/2019).

Sebagai informasi, proyek pesawat N219 bukan merupakan proyek PTDI satu-satunya yang akan didanai melalui skema pembiayaan PINA. Pada saat yang sama, PTDI juga akan memanfaatkan dana yang dihimpun melalui skema pembiayaan PINA untuk pengembangan pesawat N245.

Berdasarkan keterangan Igan, saat ini pesawat N245 masih harus melalui tahapan design, prototyping, dan certification.

Targetnya, N245 akan mampu mengisi 16 persen pasar dunia di kelasnya atau setara dengan 160 unit yang diperuntukkan untuk kebutuhan pasar domestik sebanyak 160 unit dan internasional sebanyak 130 unit. (Muhammad Julian)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: PTDI mulai produksi pesawat N219 tahun depan

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lowongan Kerja Hyundai Motor Manufacturing, Simak Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja Hyundai Motor Manufacturing, Simak Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Penumpang Kereta Cepat 'Dioper' ke KA Diesel, Waktu Tempuh ke Bandung Jadi Lebih Lama

Penumpang Kereta Cepat "Dioper" ke KA Diesel, Waktu Tempuh ke Bandung Jadi Lebih Lama

Whats New
Ada Pemeliharaan Ruas Tol JORR Seksi E hingga 11 Desember, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Ada Pemeliharaan Ruas Tol JORR Seksi E hingga 11 Desember, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Whats New
Gelombang PHK Startup: Biaya Operasional, Dana Investor, hingga Pemenuhan Hak Karyawan

Gelombang PHK Startup: Biaya Operasional, Dana Investor, hingga Pemenuhan Hak Karyawan

Work Smart
Cara Mengambil Uang di ATM Bersama dengan Mudah dan Cepat

Cara Mengambil Uang di ATM Bersama dengan Mudah dan Cepat

Spend Smart
Libur Nataru, Jalan Tol Seksi 1 Tebing Tinggi-Indrapura Siap Difungsikan

Libur Nataru, Jalan Tol Seksi 1 Tebing Tinggi-Indrapura Siap Difungsikan

Whats New
Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu dan Cara Menghindarinya

Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu dan Cara Menghindarinya

Work Smart
Debat Panas Said Didu Vs Arya Sinulingga soal Dihapusnya Argo Parahyangan demi Kereta Cepat

Debat Panas Said Didu Vs Arya Sinulingga soal Dihapusnya Argo Parahyangan demi Kereta Cepat

Whats New
Lowongan Kerja Dosen Tetap Universitas Pertamina, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Dosen Tetap Universitas Pertamina, Simak Persyaratannya

Work Smart
Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II, Simak Daftar BUMN yang Buka Lowongan Kerja

Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II, Simak Daftar BUMN yang Buka Lowongan Kerja

Work Smart
Cara Bayar dan Cek Tagihan PDAM lewat Tokopedia

Cara Bayar dan Cek Tagihan PDAM lewat Tokopedia

Spend Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Promo Akhir Pekan Indomaret dan Alfamart, Ada Diskon Beras dan Minyak Goreng

Promo Akhir Pekan Indomaret dan Alfamart, Ada Diskon Beras dan Minyak Goreng

Spend Smart
IHSG Sepekan Turun 0,48 Persen, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp 9.512 Triliun

IHSG Sepekan Turun 0,48 Persen, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp 9.512 Triliun

Whats New
[POPULER MONEY] Buruh Minta Menko PMK Tak Berkomentar 'No Work No Pay' | Beli Solar Subsidi Wajib Qr Code MyPertamina

[POPULER MONEY] Buruh Minta Menko PMK Tak Berkomentar "No Work No Pay" | Beli Solar Subsidi Wajib Qr Code MyPertamina

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.