Kilang Aramco Diserang Drone, Harga Minyak Bisa Tembus 100 Dollar AS?

Kompas.com - 16/09/2019, 06:38 WIB
Ilustrasi produksi minyak ThinkstockphotosIlustrasi produksi minyak

"Tapi ada kecurigaan ini permainan harga saat formal policy sudah tak mampu menekan harga. Aksi koboi ini dijalankan untuk keuntungan, bukan hanya politik tapi juga ekonomi," sebutnya.

Baca juga: Arab Saudi Geser Pasar Ekspor Minyak Mentah ke China

Hanya saja, secara keseluruhan Wahyu optimistis dampak terbakarnya kilang minyak hanya bersifat sementara. Menurut dia, sentimen fundamental seperti supply dan demand masih menjadi penggerak utama harga minyak.

Sementara itu, belum adanya kejelasan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk pemangkasan produksi membuat volume produksi minyak dunia terus bertumbuh. Wahyu berpendapat, sikap OPEC yang tidak tegas menentukan pemangkasan produksi, dinilai karena tidak ingin kehilangan pangsa pasarnya.

Apalagi selain dari produksi OPEC, suplai minyak dari AS masih bisa bertambah. Ini didukung prediksi EIA bahwa produksi minyak AS bakan naik sebesar satu juta barel per hari di tahun depan.

Untuk itu, Wahyu menilai hal yang wajar jika harga minyak sulit untuk naik. Secara tidak langsung, baik OPEC maupun AS sama-sama melakukan kompetisi untuk menguasai pasar minyak dunia. Di sisi lain, suplai masih sulit dibendung sedangkan permintaan sulit untuk diangkat.

Dengan kejadian kilang minyak Aramco, Wahyu merekomendasikan buy on weakness saat harga mendekati level 50 dollar AS per barrel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pertamina Sebut Telah Menekan Impor Minyak Mentah Sebesar 35 Persen

Untuk sepekan, pergerakan harga minyak diprediksi berada di kisaran 52 dollar AS per barrel hingga 65 dollar AS per barrel, dengan prediksi akhir tahun 55 dollar AS per barrel.

Untuk perdagangan Senin (16/9/2019) harga minyak diperkirakan bergerak pada kisaran support 54,50 dollar AS per barrel, 54 dollar AS per barrel, dan 53,50 dollar AS per barrel.

Sedangkan untuk level resistance berada di kisaran 58 dollar AS per barrel, 59 dollar AS per barrel, dan 60 dollar AS per barrel.

"Harga kemungkinan masih akan naik, direkomendasikan buy temporary di jangka pendek. Tapi tidak direkomendasikan buy di atas 60 dollar AS per barrel, lebih baik antisipasi sell in strength di atas 60 per barrel," ucapnya. (Intan Nirmala Sari)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Skema terburuk, harga minyak bisa ke US$ 100 per barel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.