Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Kemenhub Minta Masyarakat Bersabar

Kompas.com - 16/09/2019, 11:41 WIB
Gedung Gelora Remaja (kanan) dan kantor Badan Pendapatan Daerah Riau (kiri) terlihat samar-samar akibat asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru di Riau, Kamis (12/9/2019).  Aktivitas warga Pekanbaru mulai terganggu asap karhutla karena mencemari udara sehingga kualitasnya turun ke status tidak sehat. ANTARA FOTO/FB ANGGOROGedung Gelora Remaja (kanan) dan kantor Badan Pendapatan Daerah Riau (kiri) terlihat samar-samar akibat asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru di Riau, Kamis (12/9/2019). Aktivitas warga Pekanbaru mulai terganggu asap karhutla karena mencemari udara sehingga kualitasnya turun ke status tidak sehat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta kepada seluruh stakeholder penerbangan untuk tetap mengutamakan keselamatan bagi pengguna jasa transportasi udara.

Hal tersebut menyusul adanya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, mengatakan pihaknya selalu melakukan pemantauan dan terus berkoordinasi melalui Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) terutama yang memiliki wilayah kerja di Kalimantan dan Kumatera.

Baca juga: Ada Kabut Asap, Kemenhub Sebut Bandara di Kalimantan dan Sumatera Tetap Beroperasi

Komunikasi dilakukan ke operator bandara, AirNav Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta pihak-pihak sehingga segera menindaklanjuti apabila sebaran asap menggangu operasional penerbangan.

“Kami meminta operator penerbangan terutama yang menutup pelayanan penerbangan ataupun terdampak delay akibat karhutla, untuk sigap membantu mengkomunikasikannya kepada para penumpang dan memberikan pelayanan sesuai aturan yang berlaku. Menutup layanan penerbangan demi keselamatan pengguna jasa transportasi udara,” kata Polana dalam keterangannya, dikutip Kompas.com, Senin (16/9/2019).

Polana meminta pengguna jasa transportasi udara agar dapat memahami kondisi saat ini. Pasalnya, keselamatan menjadi hal penting dan utama.

“Kami meminta kepada pengguna jasa transportasi udara untuk bersabar, karena keselamatan merupakan prioritas utama,” sebutnya.

Baca juga: 81 Penerbangan Lion Air Group Dibatalkan akibat Kabut Asap, Ini Daftarnya

Dia menyebutkan, akibat pekatnya kabut asap akibat Karhutla telah melumpuhkan operasional penerbangan Bandar Udara Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur.

Sementara itu, Kepala Bandar Udara Kalimarau, Bambang Hartato menjelaskan, keputusan ini diambil setelah mendapatkan Note To Air Man (Notam) yang dikeluarkan AirNav Indonesia Nomor C8334/19, dengan isi perubahan jarak pandang bandar udara, layanan penerbangan ditutup.

"Sampai hari ini, visibility (jarak pandang) 500 meter, sementara standar instrument aproach procedure (instrumen pendaratan) itu minimal, jarak pandangnya 3.500 meter," kata Bambang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Layanan KRL dan KA Lokal Tetap Beroperasi Saat Libur Lebaran, Simak Perubahannya

Layanan KRL dan KA Lokal Tetap Beroperasi Saat Libur Lebaran, Simak Perubahannya

Whats New
Bakal Merugi, Pengusaha Tolak Kebijakan Tutup Mal Selama Lebaran

Bakal Merugi, Pengusaha Tolak Kebijakan Tutup Mal Selama Lebaran

Whats New
Sarinah Go Global, Produk UMKM Bakal Mengisi 100 Gerai Bebas Bea

Sarinah Go Global, Produk UMKM Bakal Mengisi 100 Gerai Bebas Bea

Whats New
KKP Mulai Penyidikan Dua Kapal Berbendera Malaysia Yang Diduga Lakukan Ilegal Fishing di Selat Malaka

KKP Mulai Penyidikan Dua Kapal Berbendera Malaysia Yang Diduga Lakukan Ilegal Fishing di Selat Malaka

Whats New
Daripada Tarif PPN Naik, Pemerintah Dianggap Lebih Baik Naikkan Cukai Alkohol dan Rokok

Daripada Tarif PPN Naik, Pemerintah Dianggap Lebih Baik Naikkan Cukai Alkohol dan Rokok

Whats New
Sandiaga Uno Minta Pengelola Mall dan Restoran Patuhi Protokol CHSE

Sandiaga Uno Minta Pengelola Mall dan Restoran Patuhi Protokol CHSE

Whats New
Ekonom Perkirakan Dampak Kenaikan PPN Bisa Dorong Inflasi Jadi 3-4 Persen

Ekonom Perkirakan Dampak Kenaikan PPN Bisa Dorong Inflasi Jadi 3-4 Persen

Whats New
462.560 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek via Tol pada 6-12 Mei 2021

462.560 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek via Tol pada 6-12 Mei 2021

Whats New
PT Vale Indonesia Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

PT Vale Indonesia Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

Whats New
Ada Larangan Mudik, Omzet Penjualan di Rest Area Turun hingga 95 Persen

Ada Larangan Mudik, Omzet Penjualan di Rest Area Turun hingga 95 Persen

Whats New
Mudik Dilarang, Pusat Perbelanjaan Diramal Padat Pengunjung pada H+1 Lebaran

Mudik Dilarang, Pusat Perbelanjaan Diramal Padat Pengunjung pada H+1 Lebaran

Whats New
Kliring Berjangka Buka Lowongan untuk S1 Berbagai Jurusan, Ini Posisi yang Ditawarkan

Kliring Berjangka Buka Lowongan untuk S1 Berbagai Jurusan, Ini Posisi yang Ditawarkan

Whats New
Data IHSG Sepekan, Naik atau Turun?

Data IHSG Sepekan, Naik atau Turun?

Earn Smart
Manfaatkan Irigasi Perpompaan, Petani di Gowa Panen 3 Kali dalam Setahun

Manfaatkan Irigasi Perpompaan, Petani di Gowa Panen 3 Kali dalam Setahun

Rilis
Helikopter Polisi Dikerahkan Angkut Material Listrik

Helikopter Polisi Dikerahkan Angkut Material Listrik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X