Kalahkan Vietnam, Perum Perindo Kejar Sertifikasi 8 Coldstorage

Kompas.com - 16/09/2019, 13:49 WIB
Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda dalam acara Ngopi BUMN di Jakarta, Senin (16/9/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYADirektur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda dalam acara Ngopi BUMN di Jakarta, Senin (16/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sumber daya perikanan Indonesia yang begitu besar masih belum mampu menyalip ekspor Vietnam ke AS dan Eropa. Untuk itu, perusahaan BUMN di bidang perikanan, Perum Perindo, mengejar target sertifikasi 8 coldstorage di beberapa titik.

"Jadi aset-aset kita yang belum tersertifikasi, kita sertifikasikan, salah satunya coldstorage. Kita lagi mendorong setidaknya 6-8 yang sertified Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) minimal B," kata Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda dalam acara Ngopi BUMN di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Dengan memperoleh sertifikasi tersebut, Indonesia bisa mengekspor hasil perikanan hingga ke Jepang, Australia, hingga Asia. Sementara saat ini, Perum Perindo baru memiliki 4 titik yang tersertifikasi, yaitu Natuna, Rembang, Brondong, dan Sangihe.

Sementara untuk ekspor ke AS dan Eropa, diperlukan sertifikasi lolos standar badan makanan AS, FDA dan BRC untuk Eropa.

"Pokoknya nanti kita upgrade nih dari yang existing fasilitas kita. Karena dulu biasanya kita bikin coldstorage yang bisa simpan-menyimpan saja, enggak berpikir jual langsung ekspor. Jadi harus punya sertifikasi kalau ke Asia," jelas Risyanto.

Selain mengejar sertifikasi, Perum Perindo bakal mengintegrasikan operasi kapal untuk menyebarnya di beberapa titik yang paling potensial, termasuk produksi budidaya di hulu.

"Jadi optimalasasi network dan aset kita, kita optimalkan dan pusatkan di beberapa titik paling kuat. Karena basic bisnis Perum Perindo dari dulu ke pelabuhan makanya sekarang budidaya , penanganan, penangkapan. Ya mau enggak mau kita perkuat dengan tadi," jelas Risyanto.

Pun merekrut tenaga kerja yang ahli dibidangnya, sekaligus memberikan pelatihan dan memperkuat SOP.

"Karena SDM bagus tanpa sop yang kuat di lapangan tidak akan kuat. Kita lagi implementasikan ini juga dalam dua tahun ini, sekarang proses di pelabuhan sudah kita digitalkan. Proses perdagangan dan yang lain juga kita perkuat, tentu harus didukung monitoring di lapangan," pungkas dia.

Terkait target pendapatan, Perum Perindo optimis bisa mencapai Rp 1,2 triliun tahun ini meski di semester I 2019 baru mencapai Rp 300 miliar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X