Perum Perindo Akui Terdampak Tumpahan Minyak di Karawang

Kompas.com - 16/09/2019, 15:21 WIB
Tumpahan minyak Pertamina yang terdokumentasi di pantai Karawang, 4 Agustus lalu. dok BBC IndonesiaTumpahan minyak Pertamina yang terdokumentasi di pantai Karawang, 4 Agustus lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda mengakui tambak yang dikelolanya sejak tahun 2015 di Karawang terdampak tumpahan minyak (oil spill) mentah Pertamina.

"Dari Perum Perindo sendiri, kita kena impact iya, kita akui. Sekarang oil spill sudah ke mana-mana termasuk ke tambak kami," kata Risyanto Suanda di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Adapun dampak yang dimaksud adalah tambak bekas pengelolaan Sekretariat Negara yang akhirnya saat ini dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi badan layanan umum. 6 sub-blok seluas hampir 6 hektar tambak tersebut dikelola dan dioperasikan oleh Perum Perindo.

Untuk memperkecil dampak tumpahan minyak, Perum Perindo akhirnya menggunakan reservoir plus air tawar untuk mengganti air laut.

Pun mengurangi kapasitas budidaya ikan di tambak tersebut sembari menunggu kondisi lingkungan membaik kembali.

Baca juga: PHE Mulai Cairkan Dana Kompensasi Korban Terdampak Tumpahan Minyak

"Jadi sekarang kita sistemnya low system. Kita tidak lagi memasukkan air dari laut, tapi gunakan reservoir plus air tawar. Kita engineering lah dengan low system tadi. Kita akan kurangi capacity, akan slowdown dulu di Karawang sambil tunggu makro environment-nya membaik," ucap Risyanto.

Risyanto tidak memungkiri, tumpahan minyak tersebut memang berdampak bagi tambak perusahaan maupun tambak warga sekitar. Terlebih bagi pemilik tambak yang tidak memiliki kemampuan biosecurity seperti Perum Perindo.

"Ya, tentu memang tidak sebagus saat kita memasukkan air laut yang alami itu. Pasti ada dampaknya. Kalau yang punya kemampuan biosecurity kayak Perum Perindo, mungkin bisa (meminimalisir dampak). Bagaimana dengan petambak-petambak yang hanya punya 1-2 hektar? Ya pasrah paling," pungkas Risyanto.

Baca juga: SKK Migas Beri Kemudahan Impor Barang untuk Atasi Tumpahan Minyak

Meski demikian, kata Risyanto, pihak Pertamina telah bekerja cepet turun ke lapangan untuk menangani tumpahan minyak mentah tersebut. Namun juga perlu diperhatikan, penyelesaian hingga recovery oil spill bisa sampai bertahun-tahun.

"Tentu penyelesaian oil spill ini enggak akan cepat ya, butuh bertahun-tahun. Jadi impact jangka panjangnya yang harus mulai dimitigasi dari sekarang," paparnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X