BPS Ingatkan Persepsi Anti-Korupsi Masyakarat Indonesia Menurun

Kompas.com - 16/09/2019, 18:42 WIB
Ilustrasi korupsi. ShutterstockIlustrasi korupsi.

Selain itu, peningkatan juga terjadi pada persentase masyarakat yang menganggap wajar sikap orang tua mengajak anaknya kampanye pilkada atau pemilu demi mendapatkan uang lebih banyak dari 12,6 pada 2018 menjadi 12,8 pada 2019.

Sementara di lingkup komunitas contohnya, peningkatan persentase masyarakat yang menganggap wajar sikap memberi uang atau barang kepada tokoh masyarakat lainnya, ketika suatu keluarga melaksanakan hajatan dari 46,4 pada 2018 menjadi 47,8 pada 2019.

BPS menilai, pendidikan anti korupsi harus diberikan sejak usaha dini kepada masyarakat agar persepsi anti korupsi meningkat di kemudian hari.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) 2019. Hasilnya angka IPAK 2019 sebesar 3,70, lebih tinggi dari 2018 sebesar 3,66.

Nilai IPAK yang jadi standar BPS yakni 0-5. Semakin mendekati nilai 5, maka masyarakat berperilaku semakin anti-korupsi.

Sementara semakin mendekati nilai 0, maka masyarakat berprilaku semakin permisif terhadap korupsi.

Survei dilakukan pada Maret 2019 dengan sampel 10.000 rumah tangga diseluruh Indonesia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X