Hingga Akhir Tahun, LPS Prediksi Pertumbuhan Kredit Capai 11,7 Persen

Kompas.com - 16/09/2019, 19:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) telah menelurkan beberapa kebijakan untuk melonggarkan likuiditas di perbankan.

Selain menurunkan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR), BI juga melonggarkan kebijakan Giro Wajib Minimum (GWM).

Dengan demikian, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan laju pertumbuhan kredit berpotensi membaik, khususnya pada bank besar.

"Ruang ekspansi kredit masih cukup terbuka pada bank besar, sementara untuk bank menengah dan kecil cenderung terbatas akan tergantung pada perbaikan laju pertumbuhan sisi DPK (Dana Pihak Ketiga)," jelas LPS dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (16/9/2019).

Baca juga: Akibat Perang Dagang, Bank-bank Lebih Selektif Salurkan Kredit

Adanya perbaikan pertumbuhan DPK pada periode Juli lalu memberikan tambahan ruang likuiditas dan mengurangi gap pertumbuhan dengan kredit pada sebagian kelompok bank.

Gap pertumbuhan berpotensi menyempit dan mengurangi tekanan risiko segmentasi likuiditas pada beberapa kelompok bank. Tambahan ekspansi fiskal yang secara siklus lebih tinggi, di semester II- 2019 diharapkan memberikan dampak positif pada pertumbuhan DPK.

Sampai dengan akhir tahun 2019 pertumbuhan kredit dan DPK diperkirakan akan mencapai masing-masing sebesar 11,7 persen dan 7,4 persen.

Adapun pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir Juli 2019 tumbuh sebesar 9,58 persen yoy, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,01 persen secara tahunan.

Baca juga: OJK: Penurunan Suku Bunga Kredit Bank Bakal Lebih Cepat

"Adanya perbaikan pertumbuhan DPK pada periode Juli dibanding bulan sebelumnya terjadi sejalan melambatnya pertumbuhan sisi kredit, sehingga berdampak pada LDR perbankan yang membaik ke level 93,81 persen," jelas LPS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.