Harga Minyak Melonjak Hampir 15 Persen, Kenaikan Tertinggi dalam 30 Tahun

Kompas.com - 17/09/2019, 08:06 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

NEW YORK, KOMPAS.com - Minyak melonjak hampir 15 persen pada akhir perdagangan Senin (16/9/2019) waktu setempat (Selasa pagi WIB), dengan Brent mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari 30 tahun di tengah rekor volume perdagangan.

Kenaikan harga emas hitam ini dipicu oleh serangan terhadap fasilitas minyak mentah Arab Saudi sehingga memangkas separuh produksi kerajaan dan memicu kekhawatiran akan pembalasan di Timur Tengah.

Serangan itu meningkatkan ketidakpastian di pasar yang relatif tenang dalam beberapa bulan terakhir dan sekarang menghadapi kehilangan minyak mentah dari Arab Saudi, yang secara tradisional menjadi pemasok terakhir di dunia.

Baca juga: Imbas Kilang Minyak Aramco Diserang, Harga Emas Dunia Melonjak

Indeks volatilitas pasar minyak mencapai level tertinggi sejak Desember tahun lalu, dan aktivitas perdagangan menunjukkan investor memperkirakan harga lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.

Minyak mentah Brent, patokan internasional, ditutup pada 69,02 dollar AS per barrel, melonjak 8,80 dollar AS atau 14,6 persen, kenaikan persentase satu hari terbesar sejak setidaknya 1988.

"Brent berjangka melihat lebih dari dua juta kontrak diperdagangkan, rekor volume harian sepanjang masa," sebut  juru bicara wanita Intercontinental Exchange, Rebecca Mitchell.

Sementara itu, patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berakhir pada 62,90 dollar AS per barrel, melompat 8,05 dollar AS atau 14,7 persen -- kenaikan persentase satu hari terbesar sejak Desember 2008.

"Serangan terhadap infrastruktur minyak Saudi datang sebagai sebuah guncangan dan kejutan," kata Tony Headrick, seorang analis pasar energi di St. Paul, Minnesota, pialang komoditas CHS Hedging LLC.

"Saya pikir tabel tiba-tiba bergeser di jalan prospek pasokan dan menangkap banyak orang yang lengah," tambah dia.

Baca juga: Kilang Minyak Saudi Aramco Diserang Drone, Indonesia Waspada

Arab Saudi adalah eksportir minyak terbesar di dunia.  Dengan kapasitas cadangan yang besar, kerajaan ini telah menjadi pemasok terakhir selama beberapa dekade.

Serangan akhir pekan terhadap fasilitas pengolahan minyak mentah milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khura memangkas produksi sebesar 5,7 juta barrel per hari. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuannya untuk mempertahankan ekspor minyak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X