Indonesia Kaya Hasil Laut, tetapi Ekspor Ikan Kalah oleh Vietnam...

Kompas.com - 17/09/2019, 08:39 WIB
Nelayan melakukan bongkar muat ikan tuna hasil tangkapan di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (4/12/2018). Volume ekspor tuna Indonesia seperti dikutip dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, mencapai 198.131 ton dengan nilai 659,99 juta dollar AS pada tahun 2017. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGNelayan melakukan bongkar muat ikan tuna hasil tangkapan di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (4/12/2018). Volume ekspor tuna Indonesia seperti dikutip dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, mencapai 198.131 ton dengan nilai 659,99 juta dollar AS pada tahun 2017.

Mengapa 75 persen fasilitas belum tersertifikasi?

"Karena dulu biasanya kita bikin coldstorage yang bisa simpan-menyimpan saja, enggak berpikir jual langsung ekspor. Jadi harus punya sertifikasi kalau ke Asia," ungkap Risyanto.

Baca juga: Kalahkan Vietnam, Perum Perindo Kejar Sertifikasi 8 Coldstorage

Untuk itu, dia pun mengejar sertifikasi hingga akhir tahun ini, dari 4 fasilitas yang tersertifikasi menjadi 8 fasilitas. Ini merupakan salah satu cara untuk mengalahkan Vietnam dalam ekspor ikan.

Sebetulnya kata Risyanto, mendapat sertifikasi bukanlah hal yang sulit mengingat sudah banyak fasilitas pengolahan ikan yang telah tersedia. Hanya saja, perlu adanya konsistensi pelayanan yang baik, mulai dari awal hingga akhir proses pengolahan.

"Untuk dapat culture analytical critical control poin A itu setengah mati. bukan masalah fasilitasnya yang susah, tapi konsistensi mulai dari menerima ikan, membersihkan, sampai proses penyimpan ini kan harus bagus. Nah ini kita masih lemah di sini," kata dia.

Selain mengejar sertifikasi, Perum Perindo bakal mengintegrasikan operasi kapal untuk menyebarnya di beberapa titik yang paling potensial, termasuk produksi budidaya di hulu.

Pun merekrut tenaga kerja yang ahli dibidangnya, sekaligus memberikan pelatihan dan memperkuat SOP.

"Karena SDM bagus tanpa sop yang kuat di lapangan tidak akan kuat. Kita lagi implementasikan ini juga dalam dua tahun ini, sekarang proses di pelabuhan sudah kita digitalkan. Proses perdagangan dan yang lain juga kita perkuat, tentu harus didukung monitoring di lapangan," sebutnya.

Baca juga: Banyak Kapal Vietnam Masuk ZEE Indonesia, Ini yang Dilakukan Menteri Susi

Pekerja melakukan timbangan ikan tuna di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (4/12/2018). Volume ekspor tuna Indonesia seperti dikutip dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, mencapai 198.131 ton dengan nilai 659,99 juta dollar AS pada tahun 2017.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pekerja melakukan timbangan ikan tuna di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (4/12/2018). Volume ekspor tuna Indonesia seperti dikutip dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, mencapai 198.131 ton dengan nilai 659,99 juta dollar AS pada tahun 2017.

Target ekspor 2019

Terkait target ekspor, Perum Perindo menargetkan nilai ekspor hingga 22 juta dollar AS hingga akhir tahun 2019.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X