Melantai di Bursa, Saham Startup Ini Menguat 50 Persen

Kompas.com - 17/09/2019, 10:41 WIB
Jajaran Direksi PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) dalam pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (17/9/2019). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAJajaran Direksi PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) dalam pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (17/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), hari ini melaksanakan Seremoni Pencatatan Perdana Saham, sebagai rangkaian akhir dari proses Penawaran Umum Perdana Sahan atau Initial Public Offering ( IPO).

TFAS merupakan perusahaan rintian alias startup yang menyediakan layanan pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara digital dan terintegrasi.

Direktur Utama TFAS Jody Hedrian menjelaskan, digitalisasi layanan pengelolaan dan pengembangan SDM diperlukan menyusul perubahan yang terjadi di era industri 4.0.

”Guna mendukung perubahan tersebut dalam berbagai bidang industri baik pelaku usaha, sumber daya manusia dan teknologi menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Tuntutan bagi para pemberi dan pencari kerja adalah bagaimana memanfaatkan kemajuan teknologi dalam dunia kerja agar Iebih efektif efisien dan produktif sehingga tercipta win-win solution," ujar Direktur Utama TFAS Jody Hedrian di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Baca juga: BEI Optimistis Target IPO 75 Perusahaan Tercapai hingga Akhir Tahun

Entitas anak dari PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) saat IPO melepas sebanyak 416.666.500 Iembar saham, atau setara dengan 25 persen dari modal disetor Perseroan, dengan harga Rp 180 per saham.

Perseroan telah menunjuk PT Kresna Sekuritas (terafiliasi) dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, sebagai penjamin pelaksana emisi saham.

Adapun pada pembukaan perdagangan, saham TFAS  dibuka naik 50 persen atau 30 poin dari harga IPO menjadi Rp 270 per saham.

Saham TFAS tercatat ditransaksikan 60 kali dengan volume transaksi 20.825 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 611 juta.

Jody menjelaskan, rencananya dana hasil IPO akan digunakan Perseroan untuk modal kerja sebesar 70 persen, belanja modal sebesar 25 persen, dan sisanya sebesar 5 persen akan diarahkan untuk investasi peningkatan kualitias SDM.

"TFAS memberikan solusi bagi berbagai perusahaan dalam mengelola sistem sumber daya manusia yang terintegrasi, serta menyediakan kebutuhan sumber daya manusia dengan cepat dan tepat dengan didukung oleh inovasi teknologi," jelas Jody.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Pastikan Insentif Rp 600.000 Per Bulan Masuk ke Kantong Karyawan

Pemerintah Pastikan Insentif Rp 600.000 Per Bulan Masuk ke Kantong Karyawan

Whats New
Pandemi Covid-19, Seberapa Aman Udara di Dalam Kabin Pesawat?

Pandemi Covid-19, Seberapa Aman Udara di Dalam Kabin Pesawat?

Whats New
Pelaku Franchise Didorong Ubah Strategi agar Bertahan di Tengah Pandemi

Pelaku Franchise Didorong Ubah Strategi agar Bertahan di Tengah Pandemi

Work Smart
Pertumbuhan Ekonomi Minus 5,32 Persen: Sekali Lagi, Tolong Kendalikan Pandeminya

Pertumbuhan Ekonomi Minus 5,32 Persen: Sekali Lagi, Tolong Kendalikan Pandeminya

Whats New
Lahan Pertanian di Siak Diserang Hama, Mentan Ajak Petani Setempat Ikut Asuransi

Lahan Pertanian di Siak Diserang Hama, Mentan Ajak Petani Setempat Ikut Asuransi

Rilis
BI: Keyakinan Konsumen Membaik pada Juli 2020

BI: Keyakinan Konsumen Membaik pada Juli 2020

Whats New
Kementerian ESDM Optimistis Bisa Lelang 5 WK Panas Bumi Tahun ini

Kementerian ESDM Optimistis Bisa Lelang 5 WK Panas Bumi Tahun ini

Whats New
'Jika Covid-19 Tidak Bisa Diatasi, Jangan Bermimpi Bisa Mengatasi Resesi...'

"Jika Covid-19 Tidak Bisa Diatasi, Jangan Bermimpi Bisa Mengatasi Resesi..."

Whats New
Ibu Rumah Tangga Bisa Mulai Nabung Saham, Ini Caranya

Ibu Rumah Tangga Bisa Mulai Nabung Saham, Ini Caranya

Spend Smart
Erick Thohir: Bantuan Rp 600.000 untuk Para Pekerja Disalurkan September 2020

Erick Thohir: Bantuan Rp 600.000 untuk Para Pekerja Disalurkan September 2020

Whats New
Makin Santer, Apa Sebetulnya Resesi Itu?

Makin Santer, Apa Sebetulnya Resesi Itu?

Whats New
Pemerintah Mau Bagi Rp 600.000 Per Bulan untuk 13 Juta Karyawan Swasta, Ini Wanti-wanti Serikat Pekerja

Pemerintah Mau Bagi Rp 600.000 Per Bulan untuk 13 Juta Karyawan Swasta, Ini Wanti-wanti Serikat Pekerja

Whats New
Melemah, Berikut Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Melemah, Berikut Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
Hadapi Ancaman Resesi,  Ini yang Perlu Dilakukan Masyarakat

Hadapi Ancaman Resesi, Ini yang Perlu Dilakukan Masyarakat

Earn Smart
Gubernur BI: Industri Jasa Keuangan Masih Positif meski Pertumbuhan Ekonomi RI Minus

Gubernur BI: Industri Jasa Keuangan Masih Positif meski Pertumbuhan Ekonomi RI Minus

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X