Kilangnya Diserang 10 Drone, Saudi Aramco Tunda Rencana IPO

Kompas.com - 17/09/2019, 14:27 WIB
Tangki dan pipa minyak Aramco di kilang minyak Ras Tanura dan terminal minyak di Arab Saudi pada 21 Mei 2018. (REUTERS/Ahmed Jadallah) Ahmed JadallahTangki dan pipa minyak Aramco di kilang minyak Ras Tanura dan terminal minyak di Arab Saudi pada 21 Mei 2018. (REUTERS/Ahmed Jadallah)

NEW YORK, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi mempertimbangkan untuk menunda melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Saudi Aramco.

Seperti dikutip Aljazeera dari Wall Street Journal, Selasa (17/9/2019) keputusan tersebut diambil menyusul penyerangan drone terhadap kilang perusahaan minyak raksasa milik pemerintah Arab Saudi itu.

Penyerangan yang terjadi pada Sabtu (14/9/2019) lalu telah membuat output produksi minyak Arab Saudi merosot hingga 5,7 juta barrel per hari atau hampir separuhnya. Harga minyak mentah di pasar pun melonjak hingga 15 persen, lonjakan tertinggi setelah 30 tahun belakangan.

Pihak Kementerian Energi Arab Saudi dan direksi Aramco pun mempertimbangkan untuk menunda IPO hingga output produksi mereka kembali normal.

Dua kilang milik Saudi Aramco, yakni di Abqaiq dan Khurais. Akibat serangan itu, fasilitas pengolahan terbakar.

Chief Executive Saudi Aramco Amin Nasser sempat mengatakan pencatatan saham Saudi Aramco akan dilakukan di bursa saham setemat, namun tidak menutup kemungkinan untuk ditawarkan di pasar saham internasional.

Adapun Menteri Energi Arab Saudi yang baru saja diangkat, Pangeran Abdul Aziz bin Salman mengatakan IPO Saudi Aramco akan dilakukan secepat mungkin.

Penjualan saham Aramco merupakan momentum krusial bagi Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman yang ingin mendifersifikasi sumber perekonomian Arab Saudi. Namun, rencana IPO tersebut hingga saat ini masih menjadi perdebatan, terutama terkait besaran valuasi dari perusahaan minyak terbesar di dunia itu.

Saudi Aramco menargetkan bisa mencetak valuasi hingga 2 triliun dollar AS dalam pencatatan sahamnya.

Namun, analis dan bankir mengatakan, valuasi yang paling mungkin dicapaioleh Aramco sebesar 1,5 triliun dollar AS.

Soal di bursa mana saham Aramco akan dilepas, juga menjadi pembagian. Antara di New York (Wall Street), bursa di Asia yang merupakan pasar utama produksi minyak Aramco, atau di dalam negeri.



Sumber Al Jazeera
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X