Menteri Susi: Saya Tahu Godaan Sangat Besar, Ada Lobi-lobi...

Kompas.com - 20/09/2019, 05:44 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan M Yusuf (kanan) saat menggelar konferensi pers di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa (27/2/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan M Yusuf (kanan) saat menggelar konferensi pers di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa (27/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengakui tak mudah bekerja memberantas praktik illegal fishing.

Ia pun meminta jajaran Satgas anti Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing atau Satgas 115 menjaga integritas.

"Saya mengetahui godaan itu tidak kecil, sangat besar," ujarnya saat menutup Rakornas Satgas 115 di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

"Namun saya yakin integritas dan komitmen kita akan menjaga kita dari semua cobaan, lobi-lobi pemain illegal fishing," sambungnya.

Baca juga: Susi: Tangkap Kapal yang Sudah Pernah Ditangkap, Apa Kita Kurang Kerjaan?

Menurut Susi ada tiga kunci sukses yang harus dipegang anggota Satgas 115 dalam melawan illegal fishing yakni integritas, komitmen, dan kejujuran.

Misalnya dari sisi penegakan hukum. Susi untuk agar pengadilan memutuskan agar kapal illegal fishing ditenggelamkan saja, jangan dilelang.

Sebab bila kapal itu dilelang, pemilik kapal memiliki kesempatan untuk mendapatkan kapalnya kembali. Lain halnya jika kapal tersebut ditenggelamkan.

Baca juga: Keinginan Susi di Penghujung Jabatannya, Bangun Monumen Perlawanan...

Selain itu, Susi juga mengingatkan agar petugas hingga pejabat negara memiliki sikap mendua. Kebijakan perlu tegas dilakukan. Sebab bila tidak bisa menimbulkan konflik horizontal di masyarakat.

"Selama ini kita sudah tangkap pengebom (ikan+, para pengambil ikan dengan potas tapi kita tidak menangkap supplier dari potas dan bom ini, dari mana mereka dapatnya," kata Susi.

"Selama ini tidak selesaikan, selama itu pula pengeboman dan pemotasan terus akan berjalan. Bom kelihatan mata, potas tidak kelihatan mata tahu-tahu hancur mati semua," ucap menteri nyentrik asal Pangandaran, Jawa Barat itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X