Emas Harus Ada dalam Setiap Portofolio Investasi, Mengapa?

Kompas.com - 20/09/2019, 08:44 WIB
Ilustrasi emas batangan SHUTTERSTOCKIlustrasi emas batangan

Bahkan sejak 5 tahun belakangan, harga emas cenderung naik. Dari Januari-Agustus 2019, kenaikan harga emas sudah hampir 10 persen dengan kenaikan tertinggi tanggal 4 September, yakni Rp 775.000 per gram.

"Ini minatnya terus ada dari tahun ke tahun jadi harga emas cenderung naik dan cocok untuk mereka yang melakukan lindung nilai," jelas Prita.

 

Baca juga: Investasi Emas Cocok untuk Milenial, Ini Alasannya

3. Back-up Asset

Pada masa ekonomi global sedang tidak ada bagus-bagusnya, para investor akhirnya beralih menyimpan dananya ke aset safe haven seperti emas. Itulah mengapa emas seringkali dijadikan back-up asset karena keamanannya.

Tidak hanya itu, Prita mengatakan emas memudahkan seseorang untuk mencapai kemampuan finansial saat semua aset sedang turun. Untuk itu juga lah dia menyarankan untuk mendiversifikasikan portofolio.

"Karena kebutuhan orang beragam. Jalan-jalan, beli kamera, dana darurat, atau semuanya. Otomatis semua itu enggak hanya satu aset investasi, salah satunya adalah emas," ungkap Prita.

"Jadi itulah emas yang harus ada dalam portofolio seseorang. Kalau enggak percaya, tanya saja pemerintah kenapa cadangan devisanya emas?" tandasnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X