Ibu Kota Baru di Lahan Sukanto Tanoto, Siap Kembalikan hingga Tak Ada Kompensasi

Kompas.com - 21/09/2019, 08:09 WIB
Desain pusat ibu kota baru sebagaimana dirancang Kementerian PUPR. dok BBC IndonesiaDesain pusat ibu kota baru sebagaimana dirancang Kementerian PUPR.

Dia menyebut, langkah tersebut dipilih untuk memberikan kesempatan kepada pengelola lahan yakni PT IHM memanfaatkan lahan terlebih dahulu untuk kepentingan produksi atau panen.

Baca juga: Menteri ATR: Lahan Sukanto Tanoto untuk Ibu Kota Baru Tidak Diambil Sekaligus

Menurut Sofyan, proses pengambilalihan lahan tersebut terus berjalan dan tinggal menunggu rangkaian teknis legalnya saja.

"Selebihnya mereka gunakan dulu, tapi nanti itu karena sudah milik negara itu semuanya diperlukan akan diambil," ucapnya,

Lebih lanjut Menteri ATR menuturkan bahwa lahan yang masuk dalam kawasan lokasi pembangunan ibu kota baru itu hanya dikuasai satu perusahaan.  Pihaknya sedang menghitung berapa luasan lahan HTI yang dimiliki PT IHM.

"Kelihatannya satu perusahaan aja itu. Tapi banyak juga tanah negara kawasan hutan yang tidak ada kepemilikannya masih di bawah kontrol Menteri Kehutanan langsung," bebernya.

Dia mengatakan, proses pengambilan lahan yang selama ini digunakan oleh PT IHM itu telah berjalan dan sudah ada pembahasan serius.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada pembangunan lokasi ibu kota baru ini, dibutuhkan sekitar 180.000 hektar lahan dan pemerintaj mulai melakukan pembebasan lahan, termasuk milik pengusaha Sukanto Tanoto.

Tanpa kompensasi

Pemerintah akan mengambil lahan yang dikuasai pengusaha Sukanto Tanoto untuk pembangunan lokasi ibu kota yang baru berada di Provinsi Kalimantan Timur.

Konsesi lahan berupa Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut selama ini digunakan oleh PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) jika diambil tidak ada insentif yang diberikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X