Ibu Kota Baru di Lahan Sukanto Tanoto, Siap Kembalikan hingga Tak Ada Kompensasi

Kompas.com - 21/09/2019, 08:09 WIB
Desain pusat ibu kota baru sebagaimana dirancang Kementerian PUPR. dok BBC IndonesiaDesain pusat ibu kota baru sebagaimana dirancang Kementerian PUPR.

"Enggak (ada kompensasi), enggak ada," ungkap Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Menteri ATR/BPN menjelaskan, saat ini pihaknya masih menghitung luas lahan konsesi berupa HTI milik PT IHM yang akan diambil alih. Lahan yang digunakan PT IHM masuk dalam lokasi pembangunan ibu kota baru, sehingga harus dibebaskan dahulu sebelum ada proses pembangunan.

"Enggak tahu berapa luasnya itu, sedang dihitung. Soal kepastian hukum sudah, taruhannya begitu, namanya tanah konsesi begitu, bisa diambil kembali," ujarnya.

Baca juga: Ambilalih Lahan Ibu Kota Baru, Pemerintah Tak Beri Kompensasi untuk Sukanto Tanoto

Dia menyampaikan, konsesi berupa HTI yang diatur oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut) luas lahan tersebut bisa dikurangi jika diperlukan. Apalagi, pengambilan lahan ini diperuntukkan untuk lokasi ibu kota yang baru.

Sehingga tidak ada persoalan dan masalah jika memang diambil alih. "Jadi kalau negara mengambil, tinggal mengurangi (luas) petanya HTI, itu menjadi tanah negara kembali. Enggak perlu kita bayar apa-apa," sebutnya.

Ia melanjutkan, pengambilalihan lahan konsesi itu nantinya dilakukan secara bertahap atau tidak sekaligus. Karena,  ini bergantung pada kebutuhan seberapa banyak lahan yang diperlukan dalam pembangunan ibu kota baru di tahap awal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau diperlukan, enggak seluruhnya sekaligus (diambil), kalau perlu pertama 4.000 hektare diambil 4.000 hektar," paparnya.

Sementara itu mengutip laporan PT IHM 2013, lokasi yang digunakan di Kaltim memiliki luasan 161.127 hektar.

Sekitar lokasi konsesi, terdapat sejumlah lokasi konservasi  serta komersial di antaranya adalah Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Suharto, Kawasan Lindung Teluk Balikpapan, pengusahaan hutan alam, pertambangan, perkebunan kelapa sawit serta lahan, budidaya masyarakat

Sukanto Tanoto bersedia

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X