Kepala Bappenas Klaim Jika Ibu Kota Baru Kena Asap, Itu Karena Arah Angin

Kompas.com - 23/09/2019, 19:48 WIB
Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat menjelaskan mekanisme pemindahan ibu kota baru di Jakarta, Kamis (29/8/2019). KOMPAS.COM/FIKA NURUL ULYAMenteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat menjelaskan mekanisme pemindahan ibu kota baru di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas, Bambang Brojonegoro meyakini wilayah ibu kota baru di Kalimatan Timur punya potensi kebakaran hutan yang kecil.

Kalaupun ada asap di wilayah ibu kota baru kata dia, itu bukan karena kebakaran hutan di wilayah tersebut. Namun karena dampak kebakaran hutan di wilayah lain yang asapnya terbawa angin.

"Kalau asap kan kena arah angin, Singapura pun kena asap, Kuala Lumpur kena asap, terus kamu mau pindahkan Singapura sama Kuala Lumpur? Enggak bisa kan? karena itu arah angin," ujarnya di DPR, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Mantan Menteri Keuangan itu mengatakan, potensi kebakaran hutan di Panajam Paser Utara sangat kecil sebab tanahnya tidak mengandung batu bara dan gambut.

Penajam Paser Utara adalah salah satu kabupaten di Kalimatan Timur yang sebagian lahannya dipilih pemerintah untuk lokasi ibu kota baru.

Selain Panajam Paser Utara, sebagian lokasi ibu kota baru yang dipilih berada di Kabupaten Kutai Kartanegra.

Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga melanda Provinsi Kalimantan Timur.Titik api masih tenyebar di semua kabupaten dan kota.

Dua kabupaten yang digadang-gadang sebagai lokasi pemindahan ibu kota negara pun terdampak api, yakni Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara.

Kata Gubenur Kaltim Isran Noor, titik api di Kaltim tidak sebanyak di provinsi lain di Pulau Kalimantan, seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, ataupun Kalimantan Selatan sehingga dampak kabut asap yang ditimbulkan pun belum menunjukkan memburuk atau masih kategori aman.

“Justru lebih banyak kita menerima kiriman asap. Di beberapa kabupaten yang katanya asap menebal mulai menurun. Kemudian, di beberapa daerah justru tidak terlalu tebal,” kata Isran.

Tebalnya kabut asap di Kaltim dipicu arah angin dari tenggara dan barat daya menuju Kaltim.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X