Asosiasi: Fintech Peer To Peer Lending Sumbang Rp 60 Triliun ke Perekonomian RI

Kompas.com - 24/09/2019, 17:39 WIB
Ilustrasi fintech. ShutterstockIlustrasi fintech.

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna melihat dampak kehadiran fintech peer to peer lending terhadap perekonomian, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengandeng Institute for Development of Economics and Finance (Indef).

Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi menyatakan asosiasi bersama Indef melakukan kajian terhadap tiga aspek perekonomian.

Kendati belum merinci detail hasil kajian ini, Adrian menyatakan fintech P2P lending telah memberikan kontribusi sebesar Rp 60 triliun atau setara dengan 4,5 miliar dollar AS terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

“Riset ini akan kita sampaikan pada kegiatan terpisah. Acuan data yang digunakan oleh Indef berdasarkan kinerja industri P2P lending per Juni 2019,” ujar Adrian di Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 pada Selasa (24/9/2019).

Baca juga: Fintech Solusi Inklusi Keuangan di Kawasan Terluar dan Terpencil

Ia mengatakan, dampak kedua dari kehadiran fintech P2P lending adalah lapangan pekerjaan baru. Adrian menyebut terdapat 362.000 lapangan pekerjaan baru bertambah khususnya perkembangan usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM) terkait pendanaan.

Selain itu, riset ini juga menunjukkan fintech P2P lending mampu mengantaskan kemiskinan hingga 177.000 orang pada akhir 2019.

Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akumulasi realisasi pinjaman yang telah disalurkan oleh fintech lending per Juni 2019 sebesar Rp 44,8 triliun. Nilai ini tumbuh hampir 100 persen, tepatnya 97,68 persen secara year to date (ytd) dari posisi akhir Desember 2018 sebesar Rp 22,66 triliun.

Sedangkan outstanding pinjaman fintech lending hingga semester 1-2019 sebesar Rp 8,5 triliun. Nilai ini tumbuh 68,53 persen (ytd) dibandingkan posisi akhir tahun 2018 senilai Rp 5,04 triliun.

Pinjaman ini dari dana pemberi pinjaman atau lender yang terus bertumbuh. Hingga Juni 2019, jumlah rekening lender sebanyak 498.824 rekening. Jumlah ini naik 140,39 persen (ytd) ketimbang posisi akhir tahun lalu sebanyak 207.507 rekening.

Baca juga: Bank dan Fintech Bersinergi, BI Yakin Inklusi Keuangan Bisa 75 Persen

Begitu pun dengan penerima pinjaman (borrower) semakin meluas dan tersebar. Bila pada penghujung 2018 pinjaman disalurkan kepada 4,35 juta rekening borrower, tumbuh 123,51 persen (ytd) menjadi 9,74 juta rekening pada separuh pertama 2019.

Hingga saat Juni 2019 sudah ada 113 entitas fintech P2P lending yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Sedangkan pada saat ini sudah terdapat 127 fintech terdaftar. Namun baru terdapat tujuh entitas yang mendapatkan izin dari regulator.

Ketujuh tekfin P2P lending berizin OJK itu adalah Danamas, Investree, Amartha, Dompet Kita, KIMO, Tokomodal, dan UangTeman. (Maizal Walfajri)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: AFPI: Fintech P2P lending berkontribusi Rp 60 triliun ke PDB Indonesia



Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X