Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investor Cemas, Hari Ini Performa IHSG Terburuk di Asia

Kompas.com - 24/09/2019, 18:18 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Bursa saham Indonesia atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot lebih dari 1 persen pada Selasa (24/9/2019).

Melansir Reuters, aksi jual terjadi seiring kecemasan investor akan perlambatan ekonomi. Sementara, mayoritas bursa Asia lainnya mencatatkan kenaikan setelah sejumlah pejabat tinggi AS mengonfirmasi perundingan dagang dengan China akan dimulai pada bulan depan.

Sektor finansial dan barang konsumen mengalami penurunan terbesar pada IHSG. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merosot 1,3 persen. Adapun saham PT Astra International Tbk (ASII) anjlok 2,3 persen.

Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, IHSG telah melorot 2,2 persen dalam empat sesi setelah bank sentral mengingatkan bahwa perekonomian Indonesia terkena pukulan perlambatan ekonomi global dan memprediksi pertumbuhan 2019 berada di bawah nilai tengah 5-5,4 persen.

Baca juga: Demonstrasi di Sejumlah Kota Bikin IHSG Tergelincir

Sementara itu, analis DBS memprediksi, pertumbuhan ekonomi negara dengan perekonomian kedua terbesar di Asia Tenggara ini akan mengalami perlambatan. Alasannya, terjadi penurunan di sejumlah indikator kunci seperti penjualan semen, aktivitas manufaktur, dan pertumbuhan kredit.

Kondisi berbeda terjadi di sejumlah bursa Asia lain yang terangkat sentimen membaiknya hubungan antara AS dengan China terkait perang dagang. Namun, kenaikan yang terjadi dibatasi oleh data penurunan aktivitas bisnis dari zona Eropa.

Padahal, dua minggu sebelumnya, Bank Sentral Eropa mengumumkan kebijakan stimulus.

"Isu perdagangan akan berhadapan langsung dengan stimulus bank sentral dan investor sekali lagi berupaya untuk menebak yang mana yang akan menang," jelas Nick Twidale, director & co-founder Xchainge seperti yang dikutip Reuters.

Dia menambahkan, perkembangan perang dagang diprediksi akan menjadi pusat perhatian investor dalam beberapa sesi mendatang.

Baca juga: IHSG Diprediksi Bisa Tembus 6.800 hingga Akhir Tahun 2019

Indeks acuan Singapura, salah satu indeks yang paling terekspos perang dagang, mencatatkan kenaikan sebesar 0,4 persen.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+