Menhub: Ada KA Semi Cepat, Jakarta-Surabaya Bisa Cuma 5,5 Jam

Kompas.com - 24/09/2019, 20:12 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (19/9/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (19/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi meminta proyek pembangunan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya segera dilaksanakan.

Hal tersebut dikatakan Budi usai penandatanganan “Summary Record on Java North Line Upgrading Project” antara Pemerintah Indonesia dan Jepang di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Bahkan, Budi menargetkan pada 2024 masyarakat sudah bisa menggunakan moda transportasi tersebut minimal sampai Cirebon.

“Kita mengharapkan proyek ini cepat. Direncanakan di 2024 segmen Jakarta-Cirebon selesai,” ujar Budi.

Baca juga: Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Bakal Beroperasi Akhir 2022

Budi menjelaskan, mulai Juni 2019 Japan International Cooperation Agency (JICA) mulai melakukan survei persiapan pembangunan. Hasil survei tersebut diharapkan bisa rampung pada Oktober 2020.

“Diharapkan Mei 2020 JICA kasih hasil studi awal. Diharapkan mapping untuk pembebasan tanah bisa diberikan lebih awal,” kata Budi.

Budi berharap dengan adanya kereta semi cepat ini bisa memangkas waktu dari Jakarta ke Surabaya. Ditargetkan, kereta ini bisa membawa penumpang dari Jakarta ke Surabaya hanya dengan waktu 5,5 jam.

“Kita harapkan Jakarta-Surabaya jadi 5,5 jam, artinya akan berkurang 3,5 jam. (Moda transportasi ini) bisa jadi alternatif dan bisa bersaing dengan moda lain,” ucap dia.

Baca juga: Proyek Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya, Pemerintah Masih Hitung Dana

Pemerintah Indonesia dan Jepang akan melakukan pertemuan terkait tindak lanjut Proyek peningkatan kecepatan Kereta Api (KA) Jakarta –Surabaya pada hari ini, Selasa (24/9/2019) di Jakarta.

Dalam petemuan tersebut akan dilakukan penandatanganan “Summary Record on Java North Line Upgrading Project” antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Summary Record merupakan rumusan yang berisi kesepakatan kedua belah pihak terkat beberapa hal teknis. Di antaranya, lebar jalur, jenis konstruksi, sistem persinyalan, desain kecepatan dan jenis sarana perkeretaapian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X