[POPULER MONEY] Uang Rp 500 dan Rp 100 Layak Edar | Bank Tawarkan Bunga Deposito Tertinggi

Kompas.com - 25/09/2019, 06:24 WIB
Ilustrasi bank ShutterstockIlustrasi bank

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia menyatakan uang pecahan Rp 500 dan Rp 1.000 masih ayak edar sebagai alat pembayaran.

Hal itu menanggapi enggannya masyarakat di sejumlah tempat untuk menerima uang pecahan tersebut. Berita mengenai rupiah ini menjadi terpopuler sepanjang hari kemarin, Senin (24/9/2019).

Berita lainnya adalah mengenai daftar bank yang menawarkan bunga deposito tertinggi. Berikut daftar berita terpopuler selengkapnya:

1. BI Tegaskan Uang Logam Rp 500 dan Rp 1.000 Layak Edar

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa uang logam termasuk pecahan Rp 500 dan Rp 1.000 adalah uang NKRI yang hingga saat ini masih layak beredar dan menjadi alat transaksi yang sah.

"Jadi kalau ada masyarakat atau pihak perbankan atau ada masyarakat yang menyatakan tak layak beredar itu salah sekali, sebab sampai saat ini masih layak," kata Ketua Tim Ekspedisi Kas Keliling Pulau terluar, terdepan dan tertinggal (3T) Nurdin Elon di Desa Nggorang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, seperti dikutip Antara, Senin (23/9/2019).

Hal ini disampaikan menyusul adanya keluhan dari masyarakat di desa itu yang menyatakan bahwa beberapa perbankan di wilayah Kabupaten Manggarai dan beberapa warung atau kios di kabupaten itu tak menerima penukaran uang rupiah logam.

Nurdin mengatakan, sebagai Bank Sentral pihaknya akan menindaklanjuti keluhan tersebut agar tak menjadi masalah ke depannya. Selengkapnya silakan baca di sini.

2. Deposito di 4 Bank Besar Indonesia, Siapa yang Tawarkan Bunga Paling Tinggi?

Bank Indonesia (BI) pekan lalu kembali menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,25 persen. Biasanya bank-bank akan mengikuti untuk menyesuaikan tingkat suku bunga mereka, baik pinjaman maupun tabungan, termasuk deposito.

Nah bagaimana bunga deposito di empat bank terbesar di Indonesia yakni yakni BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri, pasca BI menurunkan suku bunga acuannya?

Merujuk data Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) per 23 September 2019, dari empat bank besar itu, Bank BRI masih memasang bunga paling tinggi untuk deposito tenor 1 bulan, 6 bulan dan 12 bulan.

Untuk deposito tenor 1 bulan, BRI menawarkan bunga 5,75 persen turun dari sebelumnya 5,58 persen. Di deposito tenor 1 bulan, penawaran bunga Bank Mandiri paling rendah yakni 4,26 persen. Selengkapnya silakan baca di sini.

3. Kecelakaan 737 Max, Boeing Beri Santunan Rp 2 Miliar Per Keluarga

Keluarga yang kehilangan sanak famili akibat kecelakaan pesawat Boeing 737 Max akan menerima masing-masing 144.500 dollar AS atau sekitar Rp 2 miliar dari Boeing.

Seperti dikutip dari BBC Selasa (24/9/2019), uang tersebut berasal dari dana santunan senilai 50 juta dollar AS yang diumumkan oleh perusahaan pada Juli lalu. Namun demikian, banyak keluarga korban yang menolak dana tersebut lantaran dianggap sebagai aksi publisitas perusahaan.

"Uang senilai itu sama sekali tidak mendekati harapan kami atau keluarga korban lainnya," ujar Nomaan Husain, pengacara yang mewakili 15 keluarga korban.

"Ini bukanlah sesuatu yang bakal memuaskan para anggota keluarga yang ditinggalkan. Keluarga-keluarga ini menginginkan jawaban," tambah pengacara yang berbasis di Texas. Selengkapnya silakan baca di sini.

4. Sri Mulyani: Percuma Punya Listrik tapi Tak Ada Internet

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, teknologi digital memiliki peranan penting dalam perkembangan ekonomi sebuah negara. Atas dasar itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menegaskan betapa pentingnya sebuah negara membangun infrastruktur digital.

“Digital ekonomi tidak bisa ambil peran kalau negara tidak ada infrastruktur internet, listrik, dan satelit,” ujar wanita yang akrab disapa Ani itu di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Ani menilai, ketersediaan infrastruktur digital di Indonesia belum merata. Masih banyak masyarakat yang belum bisa mengakses internet. Selengkapnya silakan baca di sini.

5. Hari Ini Pemerintah RI dan Jepang Tandatangani MoU soal Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Pemerintah Indonesia dan Jepang akan melakukan pertemuan terkait tindak lanjut Proyek peningkatan kecepatan Kereta Api ( KA) Jakarta –Surabaya pada hari ini, Selasa (24/9/2019) di Jakarta.

Dalam petemuan tersebut akan dilakukan penandatanganan “Summary Record on Java North Line Upgrading Project” antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

“Dijadwalkan Menteri Perhubungan bersama Menteri PUPR akan hadir menyaksikan penandatanganan,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan.

Hengky menyebutkan, Summary Record merupakan rumusan yang berisi kesepakatan kedua belah pihak terkat beberapa hal teknis. Di antaranya, lebar jalur, jenis konstruksi, sistem persinyalan, desain kecepatan dan jenis sarana perkeretaapian. Selengkapnya silakan baca di sini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X