Bursa Tak Menampik Demonstrasi Pengaruhi Kinerja IHSG

Kompas.com - 25/09/2019, 18:56 WIB
Ilustrasi bursa ThinkstockIlustrasi bursa

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama tiga hari berturut-turut, kinerja pasar modal terus berada di zona merah.

Walaupun pada penutupan perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau, menguat 9 poin di posisi 6.146. 

Investor asing melakukan aksi jual bersih dalam jumlah yang besar. 

Adapun dalam dua hari belakangan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi menolak RUU KUHP dan revisi UU KPK.

Berdasarkan data perdagangan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Senin (23/9/2019) ditutup di level 6.206 turun 25,27 poin atau 0,41 persen. Kemudian pada Selasa IHSG kembali merosot 68,59 poin ke level 6.137. 

Jual bersih oleh investor asing tercatat sebesar Rp 773,35 miliar.

Baca juga: Demonstrasi di Sejumlah Kota Bikin IHSG Tergelincir

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengungkapkan isu politik menjadi sentimen yang berpengaruh signifikan dalam kinerja IHSG.

"Memang kebetulan berita yang keluar di Indonesia lebih banyak berita politik, itu tentunya cukup membawa pengaruh ke pasar," kata dia, saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (26/9/2019).

Pada pra pembukaan perdagangan hari ini, IHSG turun ke level 6.121,49. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG lanjut terjun bebas hingga 49 poin atau 0,81 persen ke 6.088,09.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 1,36 persen ke posisi 948,50. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona merah.

Adapun di awal pembukaan perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.126,86 dan terendah di 6.086,16.

Baca juga: Investor Cemas, Hari Ini Performa IHSG Terburuk di Asia

Laksono menjelaskan, persektif investor memiliki hubungan yang erat terhadap dinamika politik di dalam negeri. Namun, mereka lebih mengincar kondisi positif.

"Dalam arti kata, orang lagi mencari katalis positif namun kebetulan beritanya politik yang lagi kurang bagus. Mungkin penyebab utamanya boleh dibilang itu," keluhnya.

Walaupun demikian, dia tetap optimistis terhadap kinerja IHSG ke depan. Pasalnya, investor memandang kisruh terkait penolakan RUU KUHP dan revisi UU KPK hanya bersifat sementara.

"Kondisi politik ini bisa berlarut larut sepertinya tidak. Kalau kita lihat kan sudah mencapai kata sepakat mengenai beberapa UU yang ditunda pembahasannya, dan kami lihat indeks masih merah hari ini tapi tidak parah banget," jelas Laksono.

"Jadi mungkin diharapkan dalam beberpaa hari ini kondisinya bisa lebih normal dalam arti sentimen politiknya kalau tidak berkelanjutan bisa balik lagi ke posisi yang lebih fundamental," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN BOLA KOMPASIANA] 'Playmaker In Chief' Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

[TREN BOLA KOMPASIANA] "Playmaker In Chief" Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

Rilis
Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Whats New
Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Whats New
Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Work Smart
Ciptakan 'Link and Match' Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Ciptakan "Link and Match" Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Rilis
Simak, Begini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Simak, Begini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Whats New
Daftar Perusahaan Gadai yang Terdaftar dan Barizin di OJK

Daftar Perusahaan Gadai yang Terdaftar dan Barizin di OJK

Spend Smart
[TREN FILM KOMPASIANA] 'Racket Boys', Menaikkan Pamor Bulutangkis Negeri Gingseng | 'Them', tentang Rasisme dan Kengeriannya

[TREN FILM KOMPASIANA] "Racket Boys", Menaikkan Pamor Bulutangkis Negeri Gingseng | "Them", tentang Rasisme dan Kengeriannya

Rilis
JICT Evaluasi Vendor Outsourcing yang Pekerjanya Terlibat Pungli

JICT Evaluasi Vendor Outsourcing yang Pekerjanya Terlibat Pungli

Whats New
Generali Bayar Klaim Terkait Covid-19 Senilai Rp 121 Miliar

Generali Bayar Klaim Terkait Covid-19 Senilai Rp 121 Miliar

Whats New
Langgar Ketentuan, KKP Amankan Kapal RI di Selat Makassar

Langgar Ketentuan, KKP Amankan Kapal RI di Selat Makassar

Whats New
Ini Strategi JICT Berantas Praktik Pungli

Ini Strategi JICT Berantas Praktik Pungli

Whats New
Pemerintah Janjikan Insentif Pajak untuk Barang-barang yang Selama Ini Kena PPN

Pemerintah Janjikan Insentif Pajak untuk Barang-barang yang Selama Ini Kena PPN

Whats New
Damri Mengalami Kerugian hingga Tangguhkan Pembayaran Upah dan THR

Damri Mengalami Kerugian hingga Tangguhkan Pembayaran Upah dan THR

Whats New
 Cara dan Rincian Biaya Sertifikasi Halal 2021

Cara dan Rincian Biaya Sertifikasi Halal 2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X