BI Sebut Demonstrasi Tekan Kurs Rupiah ke Kisaran Level Rp 14.100

Kompas.com - 25/09/2019, 19:21 WIB
Mahasiswa dari sejumlah elemen mahasiswa se-Jabodetabek berunjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019). Ribuan mahasiswa yang berasal dari sejumlah elemen mahasiswa se-Jabodetabek turun ke jalan berdemonstrasi menolak UU KPK dan pengesahan RUU KUHP. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAMahasiswa dari sejumlah elemen mahasiswa se-Jabodetabek berunjuk rasa di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019). Ribuan mahasiswa yang berasal dari sejumlah elemen mahasiswa se-Jabodetabek turun ke jalan berdemonstrasi menolak UU KPK dan pengesahan RUU KUHP. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah di pasar spot Bloomberg melemah 38 poin atau 0,27 persen menjadi Rp 14.151,5 per dollar AS. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia ( BI), rupiah juga melemah 0,16 persen ke Rp 14.099 per dollar AS.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan saat ini kurs rupiah memang agak sedikit melemah di kisaran Rp 14.100 per dollar AS. 

"Rupiah barusan saya cek agak sedikit melemah Rp 14.135 padahal kemarin rupiah anteng di bawah level Rp 14.100, dua minggu lalu Rp 13.900-an," kata Destry di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Dalam dua hari berturut-turut mahasiswa melakukan aksi  demonstrasi menolak RUU KUHP dan revisi UU KPK.

Hal tersebut menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap pasar keuangan dalam negeri.

Baca juga: Demonstrasi dan Data Ekonomi Eropa Bikin Rupiah Tertekan

Pasalnya, kondisi perekonomian saat ini juga dihadapkan pada isu global seperti masalah perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang belum usai dan adanya hembusan isu pemakzulan Presiden AS Donald Trump.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti di Jakarta, Jumat (6/9/2019).KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

"Gabungan antara isu global dan concern di domestik serta demontrasi dua hari ini masih terus berlangsung dan menimbulkan jittery (kegelisahan) di pasar finansial kita," ujar Destry.

Namun demikian, Destry optimistis sebagai pasar yang sedang berkembang Indonesia masih menarik. Sebab, menurut dua imbal hasil atau return yang ditawarkan Indonesia menarik, juga kondisi fundental masig bagus.

"Kalau dilihat pertumbuhan ekonomi kita berada di 5 persen cukup strong dan ini akan sebabkan inflow cukup besar," ujar Destry.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X