Kompas.com - 26/09/2019, 09:00 WIB
Ilustrasi petani beras di Indonesia ShutterstockIlustrasi petani beras di Indonesia

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta kepada para petani di seluruh Indonesia untuk memperhatikan jadwal musim tanam agar dilakukan secara merata.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan setiap kabupaten dan kota tentu telah menetapkan jadwal musim tanam dan disesuaikan dengan kondisi wilayahnya.

"Oleh karena itu, petani harus mengikuti jadwal tanam yang telah ditetapkan agar produksi bisa meningkat sesuai yang diharapkan," ujarnya melalui rilis tertulis, Kamis (26/9/2019).

Kementan pun mengimbau kepada semua pihak terkait (stakeholders) untuk menyalurkan pupuk, terutama pupuk bersubsidi dengan tepat sasaran. Tujuannya untuk meningkatkan produksi petani di seluruh daerah di Indonesia.

Baca juga: Kementan Terus Kejar Target Realisasi Asuransi Usaha Tani dan Ternak

"Kalau pupuk didistribusikan dengan baik dan tepat sasarannya, niscaya produksi petani akan meningkat sesuai dengan harapan," kata Sarwo Edhy.

Selain melakukan pemupukan berimbang, lanjut Sarwo Edhy, petani juga harus memperhatikan kualitias benih. Sebab, hal itu akan mempengaruhi produktivitas tanaman yang dikembangkannya.

Dia menambahkan pupuk dan semua sarana produksi petani (saprodi) tersedia secara memadai di tingkat petani sehingga petani tidak mengalami kesulitan ketika membutuhkannya.

Pengawasan

Namun, hal itu juga harus diikuti dengan pengawasan di lapangan agar harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sarwo Edhy meminta alokasi pupuk bersubsidi tersebut hendaknya dapat dikawal serta dioptimalkan pemanfaatannya oleh pemerintah daerah termasuk dalam efisiensi penggunaannya.

"Upaya pengawalan penyaluran pupuk bersubsidi salah satunya melalui pelaksanaan verifikasi dan validasi penyaluran pupuk bersubsidi yang hendaknya dilakukan secara proaktif dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

Baca juga: Kementan Cabut Anggaran Rehab Kantor untuk Bangun Sarana Pertanian

Untuk diketahui, realisasi penyaluran pupuk subsidi per 25 Agustus 2019 sudah mencapai 64,8 persen dari alokasi setahun sebanyak 8,8 juta ton.

Rinciannya, urea sudah terealisasi 2,46 juta ton (64,4 persen) dari alokasi setahun 3.825.000 ton serta pupuk SP-36 dari alokasi sebanyak 779.000 ton sudah terserap sebanyak 566,6 ribu ton (72,7 persen).

Sedangkan untuk pupuk ZA, dari alokasi 996.000 ton sudah tersalurkan 610,6 ribu ton (61,3 persen); NPK alokasi sebanyak 2.326.000 ton sudah terealisasi sebanyak 1,63 juta ton (70,1 persen); dan pupuk organik alokasi 948.000 ton sudah tersalurkan 477,7 ribu ton (50,4 persen).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyaluran Kredit Baru Perbankan Diproyeksi Tumbuh di Kuartal II-2021

Penyaluran Kredit Baru Perbankan Diproyeksi Tumbuh di Kuartal II-2021

Whats New
Tetap Eksis Selama 38 Tahun, Apa Rahasia Sukses Es Teler 77?

Tetap Eksis Selama 38 Tahun, Apa Rahasia Sukses Es Teler 77?

Smartpreneur
Banyak Emiten Menggelar Buyback, Ini Saham-saham yang Dinilai Menarik

Banyak Emiten Menggelar Buyback, Ini Saham-saham yang Dinilai Menarik

Whats New
Tarif Naik, Pesanan Tiket Bus Meningkat Sepekan Jelang Larangan Mudik

Tarif Naik, Pesanan Tiket Bus Meningkat Sepekan Jelang Larangan Mudik

Whats New
Makna Hari Kartini bagi Sri Mulyani: Membuka Kesempatan Perempuan Menikmati Pendidikan Tinggi

Makna Hari Kartini bagi Sri Mulyani: Membuka Kesempatan Perempuan Menikmati Pendidikan Tinggi

Whats New
Ini Strategi Syailendra Capital di Tengah Pasar yang Masih Volatil

Ini Strategi Syailendra Capital di Tengah Pasar yang Masih Volatil

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Momen-momen yang Selalu Dirindukan saat Ramadhan

[KURASI KOMPASIANA] Momen-momen yang Selalu Dirindukan saat Ramadhan

Rilis
Bank OCBC NISP Buka Banyak Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Bank OCBC NISP Buka Banyak Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Whats New
Update Layanan GeNose di Bandara-bandara Kelolaan AP I

Update Layanan GeNose di Bandara-bandara Kelolaan AP I

Rilis
Sambut Musim Tanam, Stok Pupuk Bersubsidi Dijamin Aman Selama 6 Minggu ke Depan

Sambut Musim Tanam, Stok Pupuk Bersubsidi Dijamin Aman Selama 6 Minggu ke Depan

Rilis
Dukung Perkembangan Bisnis, ShopeePay Bagikan 3 Strategi Tangkap Peluang Ramadhan

Dukung Perkembangan Bisnis, ShopeePay Bagikan 3 Strategi Tangkap Peluang Ramadhan

Work Smart
IHSG dan Rupiah Kembali Melemah

IHSG dan Rupiah Kembali Melemah

Whats New
Menaker Tekankan 3 Aspek Perlindungan Pekerja Perempuan, Apa Saja ?

Menaker Tekankan 3 Aspek Perlindungan Pekerja Perempuan, Apa Saja ?

Whats New
 Sukses Kembangkan Eatlah, Charina Prinandita Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Sukses Kembangkan Eatlah, Charina Prinandita Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Whats New
BI Catat Transaksi Uang Elektronik Melonjak 42 Persen, Apa Pendorongnya?

BI Catat Transaksi Uang Elektronik Melonjak 42 Persen, Apa Pendorongnya?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X