Sri Mulyani Siapkan Dana Cadangan Rp 10 Triliun pada 2020, untuk Apa?

Kompas.com - 26/09/2019, 15:28 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani  dalam acara peluncuran MPN G3 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/8/2019) Dokumen Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara peluncuran MPN G3 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/8/2019)
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyiapkan dana cadangan (fiscal buffer) sebesar Rp 10 triliun pada 2020. Anggaran itu masih dalam kisaran yang sama dengan tahun ini. 

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengungkapkan, anggaran cadangan itu akan digunakan oleh pemerintah untuk berbagai hal darurat. Salah satunya untuk menutup defisit APBN. 

"Kemungkinan akan ada shortfall pajak yang akan berdampak ke belanja pemerintah yang defisitnya sudah ditentukan," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Baca juga: UU APBN Diketok, Ini Target Ekonomi dan Asumsi Makro 2020

Dia mencontohkan, tahun ini pemerintah telah menetapkan proyeksi defisit APBN sebesar 1,93 persen. Namun, dengan revisi proyeksi ekonomi menjadi 5,1 persen maka diprediksi defisit anggaran jadi melebar 2 persen.

Pasalnya setiap tahun, APBN selalu menghadapi risiko dan tantangan. Dana cadangan diperlukan diperlukan untuk mendukung stimulus kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, juga untuk mengendalikan APBN.

"Untuk mengantisipasi defisit 2 persen akan digunakan dana buffer tadi. Untuk mengantisipasi, dengan demikian kita pakai ini, (dana cadangan) tidak kita nol kan," kata dia. 

Baca juga: Sri Muyani Akui Pemindahan Ibu Kota Tetap Bebani APBN

Anggaran cadangan sebenarnya bukan hal baru di APBN. Pada APBN 2019 misalnya, Sri Mulyani menyiapkan anggaran cadangan Rp 7 triliun - Rp 10 triliun. Anggaran ini bahkan belum dipakai. 

Askolani mengatakan, tidak menutup kemungkinan dana cadangan tersebut dakan digunakan pada akhir tahun ini. 

"Kita sementara belum pakai, bisa aja di penghujung tahun. Bisa di penghujung tahun. Jadi dipakainya tidak seperti dipakai untuk spending," tuturnya. 

Baca juga: Ibu Kota Pindah, Sri Mulyani Perkirakan Anggaran Perjalanan Dinas PNS Bengkak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X