Pemerintah Pastikan Pembangunan PLTU Batang Rampung Sesuai Target

Kompas.com - 26/09/2019, 18:19 WIB
Sekretaris Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM) memberikan keterangannya kepada awak media di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (26/9/2019). KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGASekretaris Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM) memberikan keterangannya kepada awak media di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM) Munir Ahmad memastikan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang rampung sesuai target.

PLTU Batang menjadi proyek perdana pemerintah yang ditargetkan selesai 2020 mendatang.

"Batang ini sesuai target. Ini kan proyek PLTU pertama ini, yang besar ini kan," kata Munir seusai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Munir menyebutkan, hingga kini progres pembangunan proyek PLTU Batang ini sudah mencapai sekitar 83 persen. Karenanya, target pengoperasian proyek listrik berkapasitas 2.000 MW ini masih sesuai dengan target awal yakni pada Juni 2020.

Baca juga: ESDM: Pembangunan PLTU Batang Sudah Capai 83 Persen

"Tidak ada perubahan target, hanya meyakinkan aja bahwa target itu berjalan sesuai," ujarnya.

Dia menuturkan, rampungnya proyek PLTU Batang 2.000 Mega Watt (MW) ini akan menambah daftar proyek ketenagalistrikan 35.000 MW yang sudah selesai. Sehingga tahun depan juga akan ada beberapa proyek pembangkit lainnya yang selesai.

Selain proses pembangunan, Munir dengan Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution juga membahas soal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ini untuk memastikan ihwal TKDN sudah terpenuhi.

"Tahun depan kalau yang besar cuma yang di Batang saja. Tapi yang tahun depan itu baru 1.000 MW, nanti Novembernya baru nambah lagi 1.000 MW. Jadi tahun depan langsung 2.000, tapi jedanya enam bulan," bebernya.

"Semua pokoknya mesinnya sudah masuk, semua sudah 83 persen tinggal yang kecil-kecil aja. Tinggal pekerjaan-pekerjaan kecil, tadi fotonya dikasih lihat," tambah dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X