Kejar Target Beroperasi 2021, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Pasang Girder Perdana

Kompas.com - 30/09/2019, 10:51 WIB
Pekerja melintas di dalam Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) mencapai babak baru setelah Tunnel Walini di Jawa Barat berhasil ditembus yang pengerjaannya dilaksanakan selama 15 bulan, dengan panjang 608 meter menjadi tunnel pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAPekerja melintas di dalam Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) mencapai babak baru setelah Tunnel Walini di Jawa Barat berhasil ditembus yang pengerjaannya dilaksanakan selama 15 bulan, dengan panjang 608 meter menjadi tunnel pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah berhasil menyelesaikan pekerjaan terowongan Walini pada Mei 2019 lalu, Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menorehkan progress baru pada proses pembangunan jalur layang (elevated).

Hal itu ditandai dengan berhasil diinstalasinya girder di casting yard #1, Cikarang Barat yang merupakan tempat produksi girder terbesar untuk Proyek KCJB, seluas 28 hektar, Senin (30/9/2019).

Prosesi Instalasi box girder pertama dengan bobot sekitar 900 ton tersebut disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia Xiao Qian, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN Arie Yuriwin, Komisaris Utama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) Bintang Perbowo, Direktur Utama PSBI Natal Argawan Pardede, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra, beserta Direksi perusahaan BUMN lainnya.

Baca juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Telan Rp 40 Triliun hingga Akhir 2019

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra mengatakan, 60 persen  dari total keseluruhan trase KCJB didominasi oleh struktur elevated, pemasangan box girder ini akan mendorong percepatan pembangunan trase yang direncanakan tersambung keseluruhannya pada 2020 mendatang.

Hal itu sejalan dengan target pengoperasian KCJB pada tahun 2021.

Selain pemasangan box girder, kabar baik berkenaan dengan progress Proyek KCJB juga datang dari Bandung, di mana salah satu bridge continuous beam yang terbentang di atas ramp jalan tol Purbaleunyi telah sukses tersambung.

“Terdapat milestone lain di mana salah satu bridge continuous beam kita di DK131 yang berlokasi di Buah Batu, Bandung telah sukses tersambung pada Rabu, 25 September lalu.” sebut Chandra.

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Melesat 350 Km Per Jam

Sebagai informasi, untuk memenuhi kebutuhan box girder di sepanjang trase, proyek kereta cepat Jakarta Bandung memiliki tiga buah Casting Yard yang tersebar di beberapa titik di Cikarang dan Bandung.

Dalam proses pembangunannya, PT KCIC dan kontraktor yang terlibat dalam proyek pembangunan kereta cepat pertama di Indonesia yaitu Sinohydro, WIKA dan CREC, terus mengupayakan proses pengerjaan dengan metode yang efektif dan efisien agar proyek dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. (Benedicta Prima)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Target operasi 2021, Kereta Cepat Jakarta-Bandung mulai instalasi box girder

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X