Pabrik Milo Terbesar di Dunia Ada di Malaysia

Kompas.com - 30/09/2019, 13:50 WIB
Suasana bus tingkat pariwisata yang disumbangkan PT Nestle Indonesia kepada PT Transportasi Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta Rabu (11/10/2017). Bus tingkat ini merupakan bus ke-25 yang disumbangkan pihak swasta untuk wisata kota atau city tour di Ibu Kota Jakarta. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana bus tingkat pariwisata yang disumbangkan PT Nestle Indonesia kepada PT Transportasi Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta Rabu (11/10/2017). Bus tingkat ini merupakan bus ke-25 yang disumbangkan pihak swasta untuk wisata kota atau city tour di Ibu Kota Jakarta.

SEREMBAN, KOMPAS.com - Nestle Malaysia telah menginvestasikan 90 juta ringgit atau setara sekira Rp 304,6 miliar untuk mengekspansi produksi Milo di pabrik yang berlokasi di Chembong Industrial Park, dekat Rembau di negara bagian Negeri Sembilan.

Dengan demikian, pabrik tersebut akan menjadi pabrik Milo terbesar di dunia. Adapun kapasitas produksinya mencapai kisaran 108.000 ton per tahun.

Dilansir dari The Star Online, Senin (30/9/2019), investasi ini termasuk rangkaian mesin pengemasan dan pengeringan otomatis. Tak hanya itu, Nestle Malaysia juga menyebut investasi ini mengubah pabrik di Chembong menjadi pusat produksi unggulan global.

CEO Nestle Malaysia Juan Aranols menyatakan, pabrik ini telah diperbarui guna mengoptimalkan kapasitas dan efisiensi, untuk meningkatkan produktivitas.

"Sebagai hasilnya, pabrik yang telah diperbarui ini kapasitas produksinya akan meningkat 30 persen," ujar Aranols.

Baca juga: Malaysia Berambisi Kuasai Produk Halal di Olimpiade Tokyo 2020

Ia menyebut, dengan ekspansi ini, maka Nestle Malaysia akan dapat mengoptimalkan operasional dan perbaikan produktivitas melalui otomasi.

Selain itu, dampak rentetannya ke perekonomian Malaysia pun diharapkan dapat menggenjot daya saing negara itu di kancah internasional.

Aranols mengungkapkan, selain memasok pasar domestik, produk-produk Milo yang diproduksi di pabrik tersebut juga telah diekspor ke 20 negara, termasuk China, Singapura, Indonesia, Thailand, Kenya, dan Jamaika.

Selain di pabrik di Malaysia, Nestle juga memproduksi Milo di beberapa negara lainnya, termasuk di Australia, Filipina, dan Nigeria.

Aranols mengatakan, investasi itu juga merupakan bukti kepercayaannya terhadap masa depan Milo dan Nestle di Malaysia.

"Orang Malaysia minum 9 juta cangkir Milo sehari dan setiap cangkir sekarang diproduksi di pabrik Chembong ini," sebutnya.

Baca juga: Nestle Investasi Rp 1,4 Triliun untuk Perluas Tiga Pabrik di Indonesia

Kompleks Chembong mempekerjakan tenaga kerja terbesar di antara enam pabrik Nestle di Malaysia dengan 900 karyawan.

“Kita harus bangga dengan fakta bahwa Milo, yang merupakan buatan Malaysia, juga diekspor ke 20 pasar secara global," terangnya.

"Milo Buatan Malaysia juga berarti bahwa kepatuhan terhadap kriteria halal adalah prioritas utama kami yang menambah kepercayaan Malaysia sebagai pusat manufaktur halal terkemuka di kawasan dan dunia," imbuh Aranols.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Syarat, Cara, dan Modal untuk Buka Gerai Alfamart

Ini Syarat, Cara, dan Modal untuk Buka Gerai Alfamart

Smartpreneur
Rincian Harga Emas Antam Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Rincian Harga Emas Antam Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Tol Layang Japek Ganti Nama, Ingat Lagi Nama Jalan Jokowi di Abu Dhabi

Tol Layang Japek Ganti Nama, Ingat Lagi Nama Jalan Jokowi di Abu Dhabi

Whats New
Bandara Pekon Serai Resmi Berubah Nama Jadi Muhammad Taufik Kiemas

Bandara Pekon Serai Resmi Berubah Nama Jadi Muhammad Taufik Kiemas

Whats New
Menhub: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lompatan Teknologi Indonesia

Menhub: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lompatan Teknologi Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Modal dan Syarat Buka Indomaret | Seleksi CPNS 2021 Dibuka Mei

[POPULER MONEY] Modal dan Syarat Buka Indomaret | Seleksi CPNS 2021 Dibuka Mei

Whats New
Gempa Malang, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Elpiji Aman

Gempa Malang, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Elpiji Aman

Whats New
Investor Terbesar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dirikan Kantor Pusat di Indonesia

Investor Terbesar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dirikan Kantor Pusat di Indonesia

Whats New
Tol Layang Japek Akan Tutup Sementara untuk Ganti Nama Jadi Sheikh MBZ

Tol Layang Japek Akan Tutup Sementara untuk Ganti Nama Jadi Sheikh MBZ

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Brezel, Roti Terpopuler dari Jerman | Japanese Milk Bread, Roti Unyu Menggiurkan

[KURASI KOMPASIANA] Brezel, Roti Terpopuler dari Jerman | Japanese Milk Bread, Roti Unyu Menggiurkan

Rilis
Meski Kinerja Keuangan Merugi Pada 2020, PGN Masih dalam Kondisi Baik

Meski Kinerja Keuangan Merugi Pada 2020, PGN Masih dalam Kondisi Baik

Whats New
Di Tengah Pandemi, PGN Sukses Tuntaskan Penugasan dari Pemerintah

Di Tengah Pandemi, PGN Sukses Tuntaskan Penugasan dari Pemerintah

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Susah Move On dari Mantan? Belajarlah dari Petugas SPBU | 5 Cara Move On dari Mantan agar Prosesnya Lancar Luncur

[KURASI KOMPASIANA] Susah Move On dari Mantan? Belajarlah dari Petugas SPBU | 5 Cara Move On dari Mantan agar Prosesnya Lancar Luncur

Rilis
Kadin Dorong Peran Asosiasi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Covid-19

Kadin Dorong Peran Asosiasi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Covid-19

Whats New
Sepekan Terakhir, IHSG Menguat Tipis 0,98 Persen

Sepekan Terakhir, IHSG Menguat Tipis 0,98 Persen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X