LinkAja Syariah Akan Rilis, Apa Bedanya dari Versi Konvensional?

Kompas.com - 30/09/2019, 18:30 WIB
CEO LinkAja Danu Wicaksana usai menghadiri penandatanganan kerjasama Pegadaian dengan 10 BUMN di Jakarta, Senin (30/9/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYACEO LinkAja Danu Wicaksana usai menghadiri penandatanganan kerjasama Pegadaian dengan 10 BUMN di Jakarta, Senin (30/9/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) alias LinkAja sudah bulat bakal meluncurkan LinkAja Syariah pada November 2019. Lantas apa bedanya dengan LinkAja konvensional yang ada saat ini? 

CEO LinkAja Danu Wicaksana mengatakan, ada tiga perbedaan LinkAja Syariah dengan LinkAja konvensional. Pertama, dana mengendap (floating fund) bakal ditaruh di bank syariah yang terafiliasi dengan Bank BUKU IV.

"Sesuai aturan BI, dana float mesti ditaruh di Bank BUKU IV. Nah untuk syariah juga harus bank BUKU IV. Tapi sekarang syariah kan belum ada yang BUKU IV jadi kita taruh dana di bank syariah yang terafiliasi dengan bank konvensional BUKU IV," kata Danu Wicaksana di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Baca juga: Suntik Modal LinkAja, BTN Bakal Akuisisi Sarana Ventura Papua

Kedua, kata Danu, perbedaan LinkAja syariah dan konvensional terletak dari cara transaksinya. Misalnya soal pemberian cashback atau diskon yang diperbolehkan sesuai akad syariah.

"Contohnya kita transaksi di KFC. Yang diperbolehkan kasih cashback itu harus KFC sebagai merchant atau kita sebagai alat pembayaran. Ada opini dari ustad terkenal bilang diskon dari merchant diperbolehkan tapi kalau dari uang elektronik, tidak," tuturnya.

Sementara itu perbedaan ketiga yakni terletak pada opsi produk yang diberikan. Bila di LinkAja konvensional terdapat produk asuransi dan pinjaman konvensional, maka produk di LinkAja Syariah bakal disesuaikan dengan akad syariah.

Baca juga: BNI Sudah Suntikkan Dana Segar Rp 225 Miliar ke LinkAja

"Kalau untuk yang nanti (LinkAja Syariah) produk-produk yang keluar harus sesuai dengan akad-akad syariah. Jadi sistem pinjamannya juga harus beda, penyedianya juga harus beda, harus yang menganut akad syariah. Bedanya di tiga itu," kata Danu.

Saat ini, LinkAja Syariah masih dalam proses perizinan mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga ke Bank Indonesia. Ditagetkan LinkAja Syariah bisa rilis ke publik pada November 2019. 

Baca juga: Kini, Bayar Tagihan di Ayopop Bisa Gunakan LinkAja

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X