Beda dengan Indonesia, Pertumbuhan Ekonomi Vietnam Diprediksi Melejit

Kompas.com - 01/10/2019, 08:41 WIB
Mausoleum Ho Chi Minh di Hanoi, Vietnam. REUTERS / JORGE SILVAMausoleum Ho Chi Minh di Hanoi, Vietnam.

HANOI, KOMPAS.com - Ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Vietnam terus melejit di tengah lesunya perekonomian dunia. Hal ini berbeda dengan negara-negara sekawasan lainnya, termasuk Indonesia, yang proyeksi pertumbuhan ekonominya cenderung melemah.

Seperti dikutip dari Bloomberg, hal itu disebabkan data-data perekonomian yang dirilis akhir pekan kemarin menunjukkan perekonomian negara tersebut tumbuh lebih dari 7 persen pada kuartal III tahun ini.

Citigroup merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi Vietnam sepanjang tahun 2019 menjadi 6,9 persen dari yang sebelumnya 6,7 persen. Hal ini didukung dengan kian solidnya performa perekonomian Vietnam di kuartal IV berjalan ini.

Baca juga: Bagaimana Pengaruh Aksi Demo Mahasiwa ke Ekonomi Indonesia?

Sementara analis di Maybank Kim Eng Research memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Vietnam bisa mencapai 7 persen tahun ini. Angka ini lebih tinggi dibandingkan prediksi sebelumnya yang sebesar 6,8 persen.

Di sisi lain, United Overseas Bank mengubah outlook pertumbuhan ekonomi Vietnam jadi 6,8 persen dari yang sebelumnya 6,7 persen dan Capital Economics tidak mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi mereka di 7 persen.

Kinerja ekspor dan manufaktur yang solid mendorong kinerja perekonomian Vietnam tumbuh hingga 7,31 persen di kuartal III-2019.

Baca juga: Ekonom Ini Tak Yakin Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,1 Persen, Mengapa?

Terjaganya kinerja perekonomian Vietnam berbalik dengan kondisi negara kawasan lain yang cenderung melambat lantaran ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China serta Jepang dan Korea yang menyebabkan permintaan global yang terus merosot.

Ekspansi inudstri di Vietnam memang terus tumbuh sejak akhir tahun lalu, dan menunjukkan pesatnya pertumbuhan manufaktur Vietnam lantaran perpindahan industri China yang menggeser pusat produksinya untuk menghindari pengenaan tarif yang lebih tinggi oleh AS.

Ekonom Maybank Linda Liu dan Chua Hak Bin mengatakan, meningkatnya pertumbuhan penanaman modal langsung (FDI) serta permintaan domestik yang kuat, seperti yang ditunjukkan oleh pertumbuhan penjualan ritel, diprediksi akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Vietnam hingga akhir tahun dan awal 2020 mendatang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Bloomberg
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X