KILAS

Perluas Pembangunan Jaringan Gas Rumah Tangga, PGN Gandeng PT PP

Kompas.com - 01/10/2019, 10:59 WIB
Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Gigih Prakoso (Kiri) berjabat tangan dengan Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) Lukman Hidayat (Kanan) usai menandatangani Pokok-Pokok Perjanjian (Heads of Agreement) tentang kerja sama pembangunan 500 ribu jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga di Jakarta, Senin (30/9/2019).

PGN sebagai subholding gas terus memperluas pemanfaatan gas bumi salah satunya dengan pembangunan jargas rumah tangga. Melalui program sinergi BUMN membangun negeri, PGN dan PTPP akan membangun Jargas rumah tangga dalam dua fase. Fase pertama sebanyak 50.000 sambungan rumah tangga (SR) dan dilanjutkan fase kedua 450.000 SR. Dok. Humas PGNDirektur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Gigih Prakoso (Kiri) berjabat tangan dengan Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) Lukman Hidayat (Kanan) usai menandatangani Pokok-Pokok Perjanjian (Heads of Agreement) tentang kerja sama pembangunan 500 ribu jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga di Jakarta, Senin (30/9/2019). PGN sebagai subholding gas terus memperluas pemanfaatan gas bumi salah satunya dengan pembangunan jargas rumah tangga. Melalui program sinergi BUMN membangun negeri, PGN dan PTPP akan membangun Jargas rumah tangga dalam dua fase. Fase pertama sebanyak 50.000 sambungan rumah tangga (SR) dan dilanjutkan fase kedua 450.000 SR.

KOMPAS.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN) sebagai subholding gas akan terus memperluas pemanfaatan gas bumi. Salah satunya dengan pembangunan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menjelaskan, langkah tersebut merupakan upaya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan bauran energi gas bumi hingga 22 persen di tahun 2025.

“Ke depan PGN akan terus mengambil peran di depan dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan target pembangunan jargas untuk rumah tangga hingga 4,7 juta sambungan pada 2025,” ucap Gigih.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (1/10/2019), Gigih menjelaskan, saat ini PGN telah menyalurkan gas bumi kepada 177.710 pelanggan rumah tangga di seluruh Indonesia melalui jargas rumah tangga.

Baca juga: Gas Bumi Indonesia Jauh Lebih Murah Dibanding Singapura dan China

Adapun pelanggan gas bumi PGN tersebar di berbagai wilayah, seperti Jawa Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat.

500.000 jaringan gas baru

Untuk semakin memperluas bauran jargas rumah tangga, PGN dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) menandatangani Pokok-pokok Perjanjian (Heads of Agreement) tentang kerja sama pembangunan 500.000 jargas rumah tangga.

Gigih menjelaskan, melalui program sinergi BUMN membangun negeri, pembangunan jargas itu akan dilakukan dalam dua fase. Fase pertama sebanyak 50.000 sambungan rumah tangga (SR). Kemudian fase kedua 450.000 SR.

“Penandatanganan kerja sama ini menjadi momentum bagi PGN dan PTPP, yang memiliki rekam jejak panjang di industri infrastruktur, untuk terlibat lebih jauh memperkuat peran BUMN dalam mendorong percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi nasional,” ucapnya.

Baca juga: Dukung Efisiensi Bahan Bakar, PGN Perluas Aliran Gas Bumi ke Majalengka

Kerja sama itu, imbuhnya, sekaligus menjadi wujud komitmen PGN, sebagai pionir pemanfaatan gas, guna mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi. Caranya melalui optimalisasi pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.

Untuk diketahui, penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan Direktur Utama PGN Gigih Prakoso dan Direktur Utama Perseroan PT PP Lukman Hidayat, di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Sementara itu, Lukman Hidayat berharap, kerja sama ini dapat memberikan manfaat maksimal untuk masyarakat di Indonesia.

Lukman pun menilai, kerja sama tersebut akan menciptakan sinergi usaha (business to business) sesama BUMN dengan prinsip saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Kerja sama ini akan memperhatikan ketentuan perundang-undangan berlaku dan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance)," jelas Lukman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X