Harga Cabai hingga Telur Ayam Merosot Picu Deflasi

Kompas.com - 01/10/2019, 14:00 WIB
Ilustrasi cabai merah DEAN PAHREVI/KOMPAS.comIlustrasi cabai merah

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada September 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan deflasi sebesar 0,27 persen.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan terjadinya deflasi disebabkan oleh merosotnya harga- harga bahan pangan, terutama komoditas tumbuh-tumbuhan atau holtikultura, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

"Di September terjadi deflasi 0,27 persen, berdasarkan kelompok pengeluaran deflasi terjadi terjadi hanya di bahan makanan, sedangkan inflasi tertinggi terjadi di sandang sebesar 0,72 persen," ujar Suhariyanto ketika memberikan penjelasan kepada awak media di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Jika dirinci, kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 1,7 persen dengan andil terhadap deflasi sebesar 0,44 persen.

Baca juga: BPS: September 2019 Deflasi 0,27 Persen

Kemudian komoditas yang paling dominan memberikan andil terhadap deflasi adalah harga cabai merah yang turun tajam dengan andil terhadap deflasi sebesar 0,19 persen, bawang merah dengan andil terhadap deflasi sebesar 0,07 persen, daging ayam ras memberikan andil terhadao deflasi sebesar 0,5 persen.

Komoditas lain yang memberikan andil terhadap deflasi adalah cabai rawit sebesar 0,03 persen dan telur ayam ras sebesar 0,02 persen.

"Bisa dilihat terjadinya deflasi bahan makanan lebih disebabkan harga berbagai komoditas tumbuh-tubuhan serta daging ayam ras dan telur ayam ras," jelas Suhariyanto.

Sementara, untuk bahan pangan lain terjadi inflasi seperti di harga beras yang mengalami inflasi tipis sebesar 0,12 oersen dengan sumbangan terhadap inflasi sebessar 0,01 persen.

Baca juga: BI: Akhir September Terjadi Deflasi

"Tidak perlu dikhawatirkan karena cadangan cukup," ujar dia.

Adapun kelompok makanan jadi dan rokok rokok serta hasil tembakau lainnya mengalami inflasi 0,28 persen, dengan sumbangan 0,05 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan dominan terhadap inflasi adalah mie, nasi dengan lauk pauk, serta rokok kretek filter yang memberikan sumbanyan terhadap inflasi sebesar 0,01 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seleksi CPNS dan PPPK Segera Dibuka, BKN Matangkan Persiapan

Seleksi CPNS dan PPPK Segera Dibuka, BKN Matangkan Persiapan

Whats New
Mau Ekspor Mobil ke Australia, Pemerintah Bakal Lobi Produsen Asal Jepang

Mau Ekspor Mobil ke Australia, Pemerintah Bakal Lobi Produsen Asal Jepang

Whats New
Kini Investor Asing Bisa Cari Harta Karun Bawah Laut di Indonesia

Kini Investor Asing Bisa Cari Harta Karun Bawah Laut di Indonesia

Whats New
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Rilis
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

Rilis
Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Whats New
Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Rilis
Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Spend Smart
Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Whats New
BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

Whats New
Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Whats New
Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Whats New
BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

Whats New
Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Whats New
Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X