Menteri BUMN Minta Pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman Dilakukan 24 Jam Sehari

Kompas.com - 03/10/2019, 06:09 WIB
Maket calon Bandara Jenderal Besar Soedirman di Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, Jawa Tengah. KOMPAS.com/Iqbal FahmiMaket calon Bandara Jenderal Besar Soedirman di Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, Jawa Tengah.

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Rini Soemarno mendorong pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, berjalan sesuai dengan rencana sehingga dapat beroperasi sesuai target yakni pada Mei 2020.

"Saya senang proyek berjalan baik.  Kami targetkan tahun ini, runway  bisa selesai dibangun dan dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan lain hingga rampung dan bisa beroperasi pada Mei 2020. Sehingga waktu hari raya sudah bisa dimanfaatkan," kata Rini saat meninjau pembangunan landasan pacu Bandara Jenderal Besar Soedirman di Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Rabu (2/10/2019).

Untuk itu, Menteri BUMN meminta pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan 24 jam guna mengejar target penyelesaian.

Baca juga: Bandara Jenderal Besar Soedirman Segera Dibangun, Nilainya Rp 300 Miliar

Rini mengaku telah telah berkomunikasi dengan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Wirasaba terkait dengan pekerjaan tersebut.

Menurut dia, sejumlah pekerjaan telah dilakukan sejak bulan Mei 2019, di antaranya pembersihan lahan untuk pembangunan landasan pacu (runway).

Menteri Rini mengatakan, keberadaan Bandara Jenderal Besar Soedirman juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah serta dapat mengakomodasi kegiatan investasi dan perekonomian di provinsi itu.

Baca juga: Pemerintah Akan Perpanjang Landas Pacu Bandara Manokwari

Sementara itu Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan progres pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman hingga saat ini mencapai 11,1 persen.

"Masih on the track, komitmen Mei sudah bisa, bisa dikejar, seperti komitmen Bu Menteri yang disampaikan kepada masyarakat kita akan penuhi janji itu," katanya.

Menurut dia, Bandara Jenderal Besar Soedirman akan berperan signifikan dalam mendorong perekonomian khususnya di lima wilayah terdekat, yakni Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen atau yang dikenal dengan Barlingmascakeb.

Dia menyebutkan, pembangunan bandara tahap pertama adalah landasan pacu untuk pesawat ATR 72-600 dan sejenis, kemudian dikembangkan hingga dapat didarati pesawat sekelas Boeing 737 dan Airbus A320.

Selain itu pembangunan terminal penumpang mulai dari kapasitas 98.812 orang/tahun hingga nantinya bisa mencapai kapasitas sekitar 600.000 penumpang/tahun.

"Pembangunan tahap pertama juga mencakup apron (tempat parkir pesawat) untuk mengakomodasi tiga unit pesawat ATR 71 dan sejenis,"  ucapnya.

Baca juga: Rini: Pemasangan Girder Perdana Kereta Cepat Sejarah bagi Indonesia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X