KILAS

Mentan Terjunkan Alsintan untuk Cegah Karhutla

Kompas.com - 03/10/2019, 09:35 WIB
Kementan serahkan lima traktor roda empat kepada para petani di Kediri, Kamis (8/8/2019). Dok. Humas KementanKementan serahkan lima traktor roda empat kepada para petani di Kediri, Kamis (8/8/2019).

KOMPAS.com - Penasihat Senior Menteri Pertanian (Mentan), Sam Herodian mengatakan Mentan Andi Amran Sulaiman prihatin dengan kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) yang terjadi akhir-akhir ini.

Dia mengatakan, Mentan pun meminta jajarannya menyiapkan alat mesin pertanian (Alsintan) untuk mencegah kebakaran di musim kering.

Mekanisasi pertanian dinilai bisa mencegah kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla). Pasalnya, mekanisasi pertanian yang dilakukan bersamaan dengan dekomposer menjadi salah satu alat olah tanah tanpa melakukan pembakaran.

"Pupuk dekomposer dinilai mampu bekerja cepat untuk mengurai tanah," ujar Sam sesuai rilis yang Kompas.com terima, Rabu (2/9/2019).

Baca juga: Tanggapan Kementan bagi Petani yang Belum Mendapatkan Pupuk Bersubsidi

Menurut Sam, mekanisasi dan teknologi dekomposer yang dimaksud mampu mengerjakan pembajakan lahan secara terukur karena pola tanamnya sudah menggunakan piringan dan mesin pencacah tanah.

Proses tersebut dimaksimalkan dengan biokomposer dan benih unggul yang cocok dengan tanah yang digarap.

“Nah, sisa kayu yang ada juga kita berikan Biocat untuk menahan air. Kita sudah membangun embung. Intinya adalah, kalau petani semangat, pemerintah pusat semangat memberikan berbagai bantuan,” katanya.

Sam memastikan, jika pola tanam ini berjalan dengan baik, maka ke depan pemerintah akan mengembangkan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) untuk membuka lahan sekitar 20.000 hektar (ha) di Provinsi Riau.

Baca juga: Kementan Perketat Pengawasan Babi Cegah Virus ASF

Dia menambahkan, penggunaan Alsintan yang diberikan Kementan mendapatkan apresiasi Bappenas sebagai pendorong kemajuan ekonomi daerah.

Pasalnya, setiap peningkatan 1 persen belanja Alsintan mendorong 0,33 persen peningkatan Produk Domestik (PDB) subsektor pertanian, peternakan, perburuhan, dan jasa pertanian di daerah.

Bappenas mengatakan, pencetakan lahan baru, penambahan lahan pertanian produktif, peningkatan produksi produk pertanian, dan pemanfaatan mekanisasi agar terus dijalankan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X