Upaya Sri Mulyani Gairahkan Pelaku Pasar di Tengah Merosotnya IHSG...

Kompas.com - 03/10/2019, 18:39 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani  dalam acara peluncuran MPN G3 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/8/2019) Dokumen Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara peluncuran MPN G3 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/8/2019)
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyuntikan "suplemen" kepada para pelaku pasar. Hal ini dilakukan agar pelaku pasar tetap bergairah meski Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) melemah dalam satu pekan ini.

Suntikan itu berupa penegasan komitmen pemerintah memperbaiki kebijakan dan iklim investasi di Indonesia. Pasalnya, tekanan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak hanya berasal dari perekonomian dan geopolitik global, tetapi juga adanya konflik politik di dalam negeri.

"Kita fokus harapkan sampai akhir tahun instrumen yang ada di fiskal bisa menjalankan APBN hingga akhir tahun dengan baik," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Baca juga: Investor Cemas, Hari Ini Performa IHSG Terburuk di Asia

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut memilih instrumen fiskal sebagai suplemen untuk dunia usaha lantaran Kementerian Keuangan merupakan instansi yang mengelola kebijakan fiskal pemerintah. 

Ia menegaskan, penggunaan instrumen fiskal yang tepat akan menjaga stabilitas makrekonomi dalam negeri. Diharapkan hal itu mampu meream gejolak ekonomi saat ini.

Apalagi saat ini, kondisi politik di Amerika Serikat juga memanas seiring dengan adanya isu pemakzulan Presiden Donald Trump oleh kongres.

Sri Mulyani menegaskan hal tersebut akan memberikan dampak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Untuk itulah, pemerintah menurut dia akan terus fokus memerbaiki daya tahan perekonomian dalam negeri.

Baca juga: Sri Mulyani Minta Perusahaan-Perusahaan Indonesia Waspada, Ada Apa?

"Karena itu kan suatu ketidakpastian dan polictical event yangs angat besar di AS, yang tentu saja akan memengaruhi sentimen dan confident dunia terhadap pelemahan ekonomi yang akan terjadi di sana," ujar dia.

Sebelumnya, pergerakan IHSG terus melemah dalam satu pekan ini. Pada penutupan perdagangan Kamis (3/10/2019), IHSG pun berada di zona merah melemah 0,28 persen ke level 6.038,529.

Baca juga: Sri Mulyani: Demo Anarkistis Menciptakan Ketakutan...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X